alexametrics

Bayi Belum Lahir Berisiko Tertular Virus Corona Sejak 2 Minggu Kehamilan

Angga Roni Priambodo | Shevinna Putti Anggraeni
Bayi Belum Lahir Berisiko Tertular Virus Corona Sejak 2 Minggu Kehamilan
Ilustrasi janin, bayi belum lahir. [Shutterstock]

Dokter memeringatkan kalau bayi belum lahir berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 sejak 2 minggu kehamilan.

Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat ditemukan bayi lahir positif terinfeksi virus corona Covid-19. Kini, para dokter pun mengatakan bayi yang belum lahir berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 pada minggu kedua kehamilan.

Sebuah penelitian juga telah mengklaim bahwa ibu yang jatuh sakit akan membuat embrio rentan terhadap virus tersebut. Hal ini bisa memengaruhi kemampuan embrio untuk ditanamkan dengan benar ke dalam rahim dan berisiko untuk kesehatan janin di masa depan.

Para ahli di University of Cambridge menggunakan data ekspresi gen untuk penelitian ini. Mereka menemukan bahwa gen protein yang membuat sel rentan terhadap infeksi diekspresikan dalam embrio dalam 14 hari pertama perkembangan.

Padahal saat itu adalah tahapa penting selama masa kehamilan. Karena, sata itulah embrio menempel di rahim ibu dan melakukan perubahan besar di semua jaringannya.

Baca Juga: Penting, Ini Alasan Ibu Hamil Wajib Tes Covid-19 Sebelum Melahirkan

Ekspresi gen adalah proses di mana gen tertentu diaktifkan untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan. Protein itu menentukan fungsi sel dan ribuan gen diekspresikan dalam sel tertentu menentukan fungsinya.

Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)
Ilustrasi hamil anak kembar. (unsplash)

Namun, para ilmuwan menyoroti bahwa temuan mereka belum divalidasi pada tingkat protein, terumata dalam model embrio sel induk atau model hewan.

Laporan sebelumnya telah menunjukkan bila seorang ibu terinfeksi virus corona Covid-19, maka bayinya juga berisiko tertular. Pada Maret 2020 lalu pun seorang bayi baru lahir di London juga terinfeksi virus corona Covid-19.

Pada awal pandemi virus corona Covid-19, wanita hamil juga telah didaftarkan dalam kelompok rentan terinfeksi. Sehingga ibu hamil disarankan membatasi kontaknya dengan orang lain selama pandemi.

Tapi di Mei 2020, Perdana Menteri mengatakan ibu hamil tidak perlu melindungi diri dan cukup mematuhi aturan jarak sosial.

Baca Juga: Gara-gara Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia Setiap 15 Detik!

Royal College of Obstetricians and Gynecologists juga mengatakan bahwa tidak ada bukti ibu hamil berisiko tinggi tertular virus corona Covid-19.

Komentar