Dokter Ingatkan Bahaya Minyak Goreng Beberapa Kali Pakai: Serangan Jantung!

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:45 WIB
Dokter Ingatkan Bahaya Minyak Goreng Beberapa Kali Pakai: Serangan Jantung!
Ilustrasi minyak goreng (Shutterstock).

Suara.com - Menggunakan minyak goreng secara berulang merupakan salah satu kebiasaan 'buruk' masyarakat Indonesia. Kalau belum hitam sampai menyusut, belum sudi rasanya mengganti dengan minyak goreng yang baru.

Padahal minyak goreng baiknya hanya digunakan dua kali. Kalau dipakai berulang, bukan hanya akan mengubah rasa makanan tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Erwin Chrisianto, Sp.GK., M.Gizi mengatakan minyak goreng yang memiliki kualitas terbaik adalah yang belum dipanaskan.

"Kalau kita menggoreng tempe ya tentunya tidak terlalu lama dibandingkan dengan kalau kita menggoreng lele, ikan yang biasanya sampai kering," ujar dr. Erwin dalam diskusi LIVE IG, Jumat (7/8/2020).

Kata dr. Erwin semakin lama minyak  digunakan, maka semakin banyak lemak jahat atau lemak jenuh terkandung di dalamnya.

Jadi jika ingin menyimpan minyak dan menggunakannya kembali, dokter yang berpraktik di RS Eka Pekan Baru itu memastikan bahwa kita harus lebih dulu memerhatikan warna minyak dan berapa lama minyak goreng telah digunakan.

"Lebih baik hanya satu kali pakai, jangan yang berulang-ulang, apalagi sampai warnanya berubah jadi hitam," terang dia.

Ancaman risiko kolesterol pada minyak yang berkali-kali pakai juga sangat tinggi. Belum lagi kandungan asam lemak trans dalam minyak yang biasa ditandai dengan perubahan warna minyak.

Semakin pekat warna minyak, maka semakin tinggi kandungan asam lemak transnya.

"Asam lemak trans itu, ibarat magnet dalam tubuh yang lebih kuat dayanya untuk membawa lemak menempel ke pembuluh darah," jelas dr. Erwin.

Ia juga menjelaskan bagaimana menurut banyak penelitian, seseorang yang menginjak usia 25 hingga 30 tahun telah memiliki masalah kolestrol.

Hal ini seiring dengan gaya hidup, pola hidup, dan asupan makanan sehari-hari--salah satunya, kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak goreng berkali-kali pakai.

"Jadi jangan kaget kalau ada orang umur 35 tahun sudah serangan jantung. Karena kita makan gorengan nya juga bukan sesudah umur 20-an dari kecil kita sudah makan gorengan," tandas dr. Erwin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Umpamakan Kolesterol Sebagai Kerak yang Menyumbat Saluran Air

Dokter Umpamakan Kolesterol Sebagai Kerak yang Menyumbat Saluran Air

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:13 WIB

Nyeri Dada hingga Lengan, Kenali Lima Tanda Serangan Jantung ini

Nyeri Dada hingga Lengan, Kenali Lima Tanda Serangan Jantung ini

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:43 WIB

Studi: Kematian Akibat Serangan Jantung Meningkat Selama Pandemi

Studi: Kematian Akibat Serangan Jantung Meningkat Selama Pandemi

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:09 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB