WHO Ungkap Kendala Utama Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika
WHO Ungkap Kendala Utama Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19
Sekolah Boleh Buka Pembelajaran Tatap Muka, Khusus di Zona Kuning dan Hijau.(Shutterstock)

Pihak orangtua khawatir bahwa anak akan lebih mudah tertular virus corona saat pergi ke sekolah.

Suara.com - Pembukaan sekolah di masa pandemi Covid-19 masih menuai pro dan kontra. Pihak orangtua khawatir bahwa anak akan lebih mudah tertular virus corona saat pergi ke sekolah.

Rasa khawatir dari para orangtua rasanya cukup wajar. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis mengatakan bahwa salah satu kendala utama untuk kembali membuka sekolah di seluruh dunia adalah kurangnya fasilitas dasar untuk mencuci tangan.

Dikutip dari ANTARA, Tedros menyebutkan bahwa dua dari lima sekolah di seluruh dunia mengalami krisis fasilitas untuk mencuci tangan, yang berdampak pada sekitar 818 juta anak.

"Dalam menghadapi pandemi COVID-19, di mana kebersihan tangan merupakan salah satu rekomendasi penting untuk menjaga keselamatan, ini menjadi kendala utama," katanya dalam saat pengarahan Covid-19 mingguan.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

"Masalah ini berangkat dari pandemi saat ini, dan dampaknya menjangkau secara luas, mencakup berbagai penyakit menular," tambahnya.

Saat pemerintah di seluruh dunia berupaya membuka kembali sekolah secara aman sesuai dengan arahan PBB dan Bank Dunia, Tedros menekankan bahwa fasilitas air, sanitasi dan kebersihan "harus menjadi prioritas" dan "masa depan anak-anak kami bergantung pada itu."

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim Republik Indonesia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang terlambat membuka aktivitas sekolah dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara yang terdampak pandemi Covid-19.

Hampir semua negara-negara Asean telah membuka aktivitas sekolah untuk belajar mengajar dengan protokol kesehatan.

"Kita adalah negara kedua terakhir yang membuka kembali sekolah dari 11 negara di Asia Tenggara. Semuanya sudah mulai memprioritaskan pembukaan kembali sekolah dengan protokol kesehatan," kata Nadiem dalam diskusi yang digelar Jakarta Post secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Oleh sebab itu, Nadiem menegaskan pembukaan sekolah di zona kuning dan hijau sudah dipikirkan matang-matang oleh pemerintah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS