7 Cara Menjaga Sistem Pencernaan Tetap Sehat, Coba Hindari Alkohol!

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:41 WIB
7 Cara Menjaga Sistem Pencernaan Tetap Sehat, Coba Hindari Alkohol!

Suara.com - Sistem pencernaan dalam tubuh bekerja 24 jam per hari, tujuh hari seminggu baik ketika makan, istirahat, bekerja, maupun ketika sedang tidur. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, esofagus, lambung, usus halus dan usus besar, hati, pankreas, kantung empedu, dan anus.

Sistem pencernaan sangat penting bagi tubuh karena tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan dan minuman untuk bekerja dengan baik dan tetap sehat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.

Berikut adalah tips menjaga kesehatan sistem pencernaan seperti yang Suara.com kutip dari FibreFirst!

Ilustrasi sistem pencernaan manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi sistem pencernaan manusia. [Shutterstock]

1. Mengunyah makanan dengan baik
Sistem pencernaan bekerja dimulai ketika makanan masuk ke dalam mulut. Gigi akan memecah makanan yang kita konsumsi menjadi potongan yang lebih kecil dan lebih mudah untuk dicerna. Proses ini dikenal juga sebagai pencernaan mekanik. 

Ketika kita mengunyah makanan, kelenjar saliva (air liur) akan memproduksi air liur, dan semakin lama kita mengunyah makanan, semakin banyak juga air liur yang akan diproduksi. Air liur mengandung enzim yang membantu untuk memecah karbohidrat dan lemak yang ada dalam makanan.

Ketika makanan dikunyah dengan baik, nutrisi dari makan juga dapat diserap lebih optimal dan mencegah gangguan pencernaan seperti heartburn.

2. Batasi makanan tinggi lemak
Makanan tinggi lemak akan lebih lambat dan lebih sulit dicerna oleh tubuh, sehingga berisiko menyebabkan konstipasi.

Disarankan konsumsi ayam atau unggas dan ikan lebih sering, dan batasi konsumsi daging merah seperti daging sapi, kambing serta daging olahan seperti daging kalengan. Tapi bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi lemak, tubuh tetap membutuhkan asupan lemak tersebut.

Kita dapat memilih makanan yang mengandung lemak baik seperti asam lemak omega 3 seperti chia seed, ikan salmon, ikan makarel, dan kacang almond. Konsumsi asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan dan mencegah penyakit radang usus.

3. Konsumsi cukup cairan
Saat tubuh kekurangan cairan, proses pencernaan juga dapat terhambat dan membuat kita berisiko mengalami sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi 2,3 sampai 2,5 liter cairan per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein karena minuman tersebut bersifat diuretik sehingga akan meningkatkan produksi urin dan tubuh berisiko mengalami kekurangan cairan.

4. Makan perlahan
Ketika makan, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal rasa kenyang dari sistem pencernaan. Jika kita makan terburu-buru, kita menjadi makan berlebihan, kemudian timbul gas berlebihan, kembung, dan masalah pencernaan.

Selain itu, ketika kita makan sambil menonton televisi atau bermain handphone, fokus kita juga mudah teralihkan sehingga berisiko makan berlebihan. Penelitian menunjukkan ketika kita fokus makan, gejala Irritable bowel syndrome dapat berkurang.

5. Kelola stress
Stres berhubungan langsung dengan sistem pencernaan. Saat kita sedang stres, aliran darah dan energi ke sistem pencernaan akan berkurang. Tubuh akan merespon stres dengan memperlambat proses pencernaan. Tingkat stres memiliki dampak negative untuk sistem pencernaan, dan berhubungan dengan kejadian konstipasi, diare, serta Irritable bowel syndrome. Untuk mengurangi tingkat stres, kita dapat melakukan meditasi atau mencari kegiatan lain yang dirasa menghibur.

6. Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol
Merokok akan meningkatkan risiko hingga dua kali lipat untuk megalami acid reflux atau asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Jadi jika ingin pencernaan tetap sehat, sebaiknya berhenti atau mengurangi rokok. Selain berhubungan acid reflux, merokok juga dapat menyebabkan luka pada lambung hingga kanker lambung.

Begitu juga dengan konsumsi alkohol yang ternyata akan meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan heartburn, acid reflux, hingga perdarahan di saluran pencernaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Makanan ini Sekarang, Bisa Kecilkan lemak Perut Tanpa Olahraga!

Konsumsi Makanan ini Sekarang, Bisa Kecilkan lemak Perut Tanpa Olahraga!

Health | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:43 WIB

6 Perilaku Ini Membuat Ibu Berisiko Melahirkan Anak Stunting

6 Perilaku Ini Membuat Ibu Berisiko Melahirkan Anak Stunting

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2020 | 19:00 WIB

Psikiatri Gizi: Nutrisi yang Dikonsumsi Membantu Atasi Depresi dan Stres

Psikiatri Gizi: Nutrisi yang Dikonsumsi Membantu Atasi Depresi dan Stres

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 20:10 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB