Awas Memar! Inilah Efek Samping Remas Payudara

Rifan Aditya | Suara.com

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 11:17 WIB
Awas Memar! Inilah Efek Samping Remas Payudara

Suara.com - Tindakan remas payudara meskipun dianggap sepele ternyata memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Berikut ini ulasan efek samping remas payudara yang perlu kalian ketahui.

Meremas payudara merupakan tindakan yang aman namun jika dilakukan terlalu keras dapat menimbulkan nyeri pada payudara serta menyebabkan memar pada otot dan jaringan pada payudara.

Pemijatan atau meremas pada bagian payudara wanita bertujuan untuk mengencangkan bagian dada. Namun tindakan ini harus dilakukan secara tepat.

Meremas payudara atau pemijatan harus dilakukan dengan cara yang lembut. Tidak terlalu kasar dan secara wajar.

Adapun manfaat dalam meremas payudara adalah untuk mengecek ada tidaknya masalah dalam payudara. Misalnya pembengkakan, peradangan, perubahan warna kulit, maupun benjolan.

Meremas payudara secara wajar umumnya tidak akan memberikan dampak negatif yang berdampak permanen. Bahkan tindakan itu terbilang aman dan tidak berbahaya.

Adapun nyeri pada payudara diakibatkan oleh meremas payudara secara berlebihan.

Selain itu berhati-hatilah saat memijat atau meremas payudara. Sebab, kuku yang tajam dapat mengakibatkan luka goresan pada kulit di sekitar dada.

Goresan tersebut dapat menyebabkan cidera pada sel-sel di parenkim payudara dan sel yang memproduksi Air Susu Ibu (ASI).

Kuku yang tajam yang menggores kulit akan menyebabkan luka pada kulit. Bila luka tersebut tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi dan peradangan hingga pembengkakan.

Akibatnya, timbul warna kemerah-merahan yang nyeri, luka berair hingga bernanah. Infeksi yang terjadi pada payudara ini akan menyebabkan demam.

Meremas payudara harus dilakukan secara wajar dan tidak terlalu kasar untuk mencegah beberapa hal seperti yang telah dijelaskan diatas.

Hindari tindakan secara berlebihan dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami nyeri maupun sakit yang mengganggu serta benjolan maupun perubahan dalam payudara.

Itulah efek samping remas payudara yang wajib kalian ketahui, khususnya bagi para perempuan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikejar-kejar, Aksi Pemotor Remas Dada Wanita saat Bawa Bayi Terekam CCTV!

Dikejar-kejar, Aksi Pemotor Remas Dada Wanita saat Bawa Bayi Terekam CCTV!

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:48 WIB

Habis Beli Pulsa Internet, Gadis ABG Dilecehkan di Depan Rumahnya Sendiri

Habis Beli Pulsa Internet, Gadis ABG Dilecehkan di Depan Rumahnya Sendiri

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 18:17 WIB

Kriminal Saat Wabah, Pelaku Sempat Tendang Alat kelamin dan Remas Payudara

Kriminal Saat Wabah, Pelaku Sempat Tendang Alat kelamin dan Remas Payudara

Jogja | Kamis, 16 April 2020 | 14:19 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB