Kasus Ke-4 di Dunia, Pria ini Kembali Terinfeksi Virus Corona Setelah Pulih

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Kasus Ke-4 di Dunia, Pria ini Kembali Terinfeksi Virus Corona Setelah Pulih
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria muda asal Nevada, dilaporkan telah terinfeksi virus corona dua kali, menandai kasus infeksi ulang pertama yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, dan keempat di dunia.

Minggu kemarin peneliti telah melaporkan kasus infeksi ulang pada seorang pasien asal Hong Kong dan dua pasien di Eropa. Dalam ketiga kasus ini, pasien mengembangkan bentu Covid-19 yang lebih ringan atau tidak menunjukkan gejala.

Tetapi, pada kasus pria berusia 25 tahun asal Nevada ini, ia justru mengalami gejala lebih parah saat terinfeksi untuk yang kedua kalinya.

Dilansir Live Science, kasus ini dipublikasikan sebagai pracetak di Social Science Research Network (SSRN) dan masih peer-review. Peneliti telah menyerahkan makalah ke jurnal Lancet Infectious Diseases.

"Penting untuk dicatat, bahwa ini adalah temuan tunggal. Itu tidak memberikan informasi apapun kepada kami berkenaan dengan generalisasi dari fenomena ini," kata rekan penulis studi Mark Pandori, direktur Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Nevada.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Pria tersebut, yang tidak disebutkan identitasnya, pertama kali dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan April lalu. Saat itu ia mengalami gejala sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, mual, dan diare.

Dalam 10 hari, dilansir Live Science. gejalanya sembuh dan dia kemudian dinyatakan negatif Covid-19.

Tetapi pada akhir Mei, ia kembali mengalami gejala-gejala tersebut. Seminggu kemudian, kadar oksigen dalam darahnya turun dan ia harus dilarikan ke rumah sakit.

Para peneliti menganalisis genom virus dari kedua infeksinya dan menemukan virus memiliki perbedaan pada beberapa gen, yang disebabkan oleh mutasi alami.

Temuan ini mengatakan orang dapat terinfeksi dua kali dengan dua versi virus corona yang sedikit berbeda. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa paparan awal tidak menghasilkan kekebalan perlindungan 100 persen.

Namun, peneliti tetap mengatakan bahwa fenomena semacam ini tidak ditentukan oleh studi kasus tunggal. Kemungkinan ini hanya mewakili kejadian langka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Bisa Menginfeksi Dua Kali, Peneliti: Tidak Perlu Khawatir

Covid-19 Bisa Menginfeksi Dua Kali, Peneliti: Tidak Perlu Khawatir

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 09:39 WIB

Peneliti Membenarkan Seseorang Dapat Terinfeksi Covid-19 Dua Kali

Peneliti Membenarkan Seseorang Dapat Terinfeksi Covid-19 Dua Kali

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2020 | 07:57 WIB

Respons Ahli soal Kasus Pertama Pasien Covid-19 Terinfeksi Dua Kali

Respons Ahli soal Kasus Pertama Pasien Covid-19 Terinfeksi Dua Kali

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:03 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB