Sisi Lain Herd Immunity, Ahli: akan Ada Banyak Orang yang Meninggal!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 01 September 2020 | 13:28 WIB
Sisi Lain Herd Immunity, Ahli: akan Ada Banyak Orang yang Meninggal!
Ilustrasi Herd Immunity. [Shutterstock]

Suara.com - Saat ini, topik herd immunity atau kekebalan kawanan sedang menjadi hal kontroversial di Amerika Serikat. Anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Dr. Scott Atlas membantah isu bahwa dirinya mendukung strategi tersebut.

"Saya tidak pernah menganjurkan strategi tersebut," kata Atlas dalam konferensi pers di Florida, Senin (31/8/2020).

Stratergi herd immunity, seperti yang dilakukan di Swedia, artinya akan ada banyak orang yang harus terinfeksi virus corona Covid-19 untuk membangun kekebalan alami di masyarakat. Namun, ketika virus menyebar dan membuat orang sakit, banyak yang bisa meninggal dalam prosesnya.

Leana Wen, dokter darurat dan alalis medis CNN mengatakan sekitar dua juta orang Amerika bisa meninggal dalam upaya mencapai kekebalan kawanan terhadap virus corona ini.

Wen menambahkan, dia sangat khawatir dengan pendekatan herd immunity dan masih banyak hal yang belum diketahui tentang berapa lama kekebalan terhadap Covid-19 dapat bertahan.

"Jika kita menunggu sampai 60 hingga 80% orang mengalaminya, kita berbicara tentang 200 juta lebih orang Amerika yang terinfeksi virus, pada tingkat kematian 1%, katakanlah, artinya ada 2 juta orang yang akan mati dalam upaya ini," kata Wen. Padahal, menurutnya, kematian tersebut dapat dicegah.

Maria Van Kerkhove, kepala teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tanggapan virus corona, mengatakan selama konferensi media di Jenewa pekan lalu bahwa kekebalan kawanan biasanya dibahas dalam konteks vaksinasi, bukan sebagai tanggapan terhadap pandemi.

"Biasanya ketika kita berbicara tentang kekebalan kawanan, kita berbicara tentang berapa banyak populasi yang perlu divaksinasi untuk memiliki kekebalan terhadap virus, terhadap patogen, sehingga penularan tidak dapat lagi terjadi atau sangat sulit bagi virus atau patogen menularkan antar manusia," kata Van Kerkhove.

Sebaliknya, jika hal ini dilakukan dalam konteks membiarkan penularan terjadi masyarakat, menurut Van Kerkhove, akan sangat berbahaya. "Itu berarti banyak orang yang terinfeksi, banyak orang perlu dirawat di rumah sakit dan banyak orang akan meninggal," tandasnya, dilansir CNN.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Herd Immunity untuk Lawan Virus Corona Covid-19, ini Temuan Peneliti

Heboh Herd Immunity untuk Lawan Virus Corona Covid-19, ini Temuan Peneliti

Health | Kamis, 09 Juli 2020 | 15:26 WIB

Spanyol Disebut Tak Capai Herd Immunity, Mengapa?

Spanyol Disebut Tak Capai Herd Immunity, Mengapa?

Tekno | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:00 WIB

Meski Ada Vaksin Corona, AS Sulit Untuk Terapkan Herd Immunity, Kenapa?

Meski Ada Vaksin Corona, AS Sulit Untuk Terapkan Herd Immunity, Kenapa?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 17:25 WIB

Terkini

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

Administrasi Penyidikan Jadi Masalah, Pengacara Febrie Adriansyah: Menyangkut Nasib Orang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan

Menteri Kabinet Bayangan: Jangan Biarkan Mahasiswa Sendirian Melawan Kekuasaan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Indonesia Menuju Energi Bersih, Apa yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Indonesia Menuju Energi Bersih, Apa yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:31 WIB

PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel

PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel

Sumsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:23 WIB

Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni

Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni

Surakarta | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

Hakim Sebut Ada Dugaan Febrie Terima Uang Rp40 Miliar dari Tan Kian

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:07 WIB

×