Mungkinkan Covaxin Bisa Lawan Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasan Ahli

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 02 September 2020 | 18:11 WIB
Mungkinkan Covaxin Bisa Lawan Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Sampai sekarang belum ada vaksin dan obat yang disetujui untuk melawan virus corona Covid-19. Tapi, uji coba untuk 3 vaksin virus corona sedang berlangsung di fasilitas penelitian di seluruh India dan masih dalam tahap awal.

Covaxin menjadi salah satu kandidat utama dalam melawan virus corona Covid-19 yang sudah mendapat persetujuan dan telah mencapai tahap uji coba fase II.

Dilansir dari Times of India, laporan terbaru menunjukkan bahwa vaksin yang telah dikembangkan dengan menggunakan virus yang sudah tidak aktif menunjukkan tidak adanya efek samping buruk.

Laporan itu muncul saat para peneliti bersiap untuk memulai uji coba fase II vaksin di berbagai pusat. Dokter di Institut Ilmu Kedokteran dan Rumah Sakit SUM, fakultas ilmu kedokteran mengumpulkan sampel darah sukarelawan yang diberi suntikan eksperimental vaksin oleh Bharat Biotech International Limited, Institut Virologi Nasional, Pune, bekerja sama dengan Dewan Riset Medis India.

Menurut salah satu dokter yang bertanggung jawab untuk melakukan uji coba, Dr E Venkata Rao, partisipan mengalami lonjakan produksi antibodi segera setelah menerima dosis. Sampel laboratorium juga menemukan bahwa peserta tidak menderita efek samping apapun setelah inokulasi.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Dr Hash Vardhan mengatakan bahwa ia memperkirakan pandemi virus corona Covid-19 akan terkendali di India dalam beberapa bulan ke depan.

Pejabat pemerintah juga telah mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan untuk memprioritaskan produksi, pemasaran dan administrasi vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya hasil positif terlihat dalam uji coba Covaxin sebagai vaksin virus corona Covid-19. Laporan awal dari Rohtax, yang dipilih sebagai pusat percobaan mengatakan bahwa vaksin itu mampu memperoleh respons imunogenisitas yang aman dan tidak menyebabkan efek samping.

Secara global, penantang vaksin utama seperti kandidat Universitas Oxford, Moderna Inc., CanSino telah merinci adanya efek samping tertentu dalam uji coba awal.

Sampel darah peserta telah dikumpulkan dan menjalani analisis untuk mempelajari efeknya dengan jarak dua minggu, sesuai jadwal pemberian dosis. Sampel juga akan dikumpulkan di kemudian hari untuk bukti konklusif.

"Dua dosis vaksin diberikan kepada setiap relawan setelah mereka dipilih melalui proses skrining yang dilakukan selama 3 sampai 7 hari sebelum vaksinasi," kata Dr EV Rao.

Dosis pertama diberikan pada Hari Nol saat pengambilan sampel darah diambil. Dosis kedua diberikan pada hari ke-14 dan sampel darah juga diambil.

Ia juga mengatakan bahwa masih perlu partisipan aktif dari masyarakat untuk uji coba leg kedua, yang merupakan komponen krusial sebelum ada kepala vaksin untuk penggunaan publik.

Laporan tentang Covaxin yang bebas efek samping memang merupakan kabar baik. Meskipun sangat umum ada efek samping vaksin di tahap awal pengujian.

Secara ilmiah, vaksin ini bisa membawa efek reaktogenik. Artinya, peserta yang menerima vaksin bisa mengalami gejala ringan atau ketidaknyamanan jangka pendek, seperti pusing, demam, kelelahan, nyeri otot dan menggigil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Besar Diharapkan Beli Vaksin Covid-19 Buat Karyawannya

Perusahaan Besar Diharapkan Beli Vaksin Covid-19 Buat Karyawannya

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 17:41 WIB

Ada Vaksin Berbayar dan Gratis, yang Gratis Buat Siapa?

Ada Vaksin Berbayar dan Gratis, yang Gratis Buat Siapa?

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 17:35 WIB

Mutasi Virus Corona Bikin Heboh, Efektifkah Vaksin yang Dikembangkan RI?

Mutasi Virus Corona Bikin Heboh, Efektifkah Vaksin yang Dikembangkan RI?

Health | Rabu, 02 September 2020 | 17:45 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB