Eijkman: Mutasi Virus Corona D614G Tidak Akan Pengaruhi Pengembangan Vaksin

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 03 September 2020 | 15:14 WIB
Eijkman: Mutasi Virus Corona D614G Tidak Akan Pengaruhi Pengembangan Vaksin
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus SARS COV-2 penyebab sakit Covid-19 dikabarkan telah bemutasi menjadi D614G. Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman prof. Amin Soebandrio mengatakan, sangat mungkin mutasi yang terjadi memiliki kemampuan infeksi yang lebih tinggi.

"Mutasi D614G sejak awal ditemukan kemudian dites di lab ternyata memang mutan ini bisa memiliki kecepatan menginfeksi sel manusia lebih cepat dari yang bukan D614G," jelas Amin dalam webinar media gathering, Kamis (3/8/2020).

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada pengamatan yang menunjukan penularan antarmanusia bisa terjadi lebih cepat atau satu orang bisa menyebarkan ke lebih banyak makhluk hidup. 

Profesor amin juga menjelaskan bahwa mutasi cenderung memengaruhi jumlah protein pada virus tetapi berada di lokasi berbeda dari RBD atau Receptor Binding Domain, bagian yang menempel langsung dengan reseptor ACE-2 dipermukaan sel manusia.

Sehingga dengan demikia, mutasi dianggap tidak akan memengaruhi kinerja vaksin yang saat ini tengah dikembangkan.

"Selama RBD tidak terganggu maka kinerja vaksin tidak terganggu juga. Selama mutasi tidak memengaruhi protein yang jadi target vaksin maka tidak akan mempengaruhi target vaksin. Penelitian diseluruh dunia menggunakan RBD sebagai target," jelasnya.

Kalau pun terjadi mutasi virus corona dengan genetik yang berbeda, peneliti LBM Eijkman R. Tedjo Sasmono PhD, menyampaikan bahwa pembuatan vaksin baru tetap bisa lebih mudah dari sebelumnya. Asalkan, menurutnya, yang menjadi kunci adalah Indonesia harus memiliki teknoligi alat penelitian vaksin.

"Jadi tinggal diambil gennya dimasukan lagi ke vektornya. Jadi itu lah salah satu pentingnya teknologi vaksin di kuasai Indonesia. Tanpa itu kita hanya akan bergantung pada negara lain. Ketika ada yang harus diganti bahan dasar gen virus itu, ketika kita sudah punya teknologinya mudah tinggal mengganti saja," paparnya.

Walau begitu, pembuatan vaksin dengan virus yang bermutasi tentu juga memerlukan waktu yang tak sebentar karena penelitian harus diulang dari awal. Tetapi, menurut Tedjo, harusnya bisa lebih mudah.

baca juga

"Kalau sistem sudah establis, sudah lancar, kita sudah tahu, itu akan lebih cepat. Karena kita tidak perlu lagi mengkarakterisasi (virus) secara detail. Kalau ketemu mutasinya nanti kita tinggal ambil aja virus baru tersebut. Begitu masuk eksresi akan lebih mudah," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

COVID-19 di Klaster Transportasi Umum, BNPB Imbau Evaluasi Ganjil Genap

COVID-19 di Klaster Transportasi Umum, BNPB Imbau Evaluasi Ganjil Genap

Otomotif | Kamis, 03 September 2020 | 14:53 WIB

Hiburan Malam di Kota Bandung Bisa Ditutup Lagi

Hiburan Malam di Kota Bandung Bisa Ditutup Lagi

Jabar | Kamis, 03 September 2020 | 14:51 WIB

Duh, Banyak Ilmuwan Pakai Vaksin Corona Buatan Sendiri, Hasilnya?

Duh, Banyak Ilmuwan Pakai Vaksin Corona Buatan Sendiri, Hasilnya?

Health | Kamis, 03 September 2020 | 15:05 WIB

Terkini

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Periklindo Ingatkan Risiko Lonjakan Kendaraan Listrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

Viral TOA Masjid Al Falaah Ciputat Ditembak-tembak, Begini Kata Polisi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:33 WIB

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

The Boy and the Heron: Dunia Tak Harus Sempurna untuk Tetap Layak Ditinggali

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:30 WIB

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Urutan Hair Care untuk Rambut Rontok Parah dan Mulai Beruban di Usia Menjelang Menopause

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:25 WIB

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

3 Pilihan Karier di Bidang Customer Experience untuk Kamu yang Menguasai Bahasa Asing

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Cara Mengatasi Memori HP Penuh Padahal Aplikasi Sedikit, Ini Solusinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:23 WIB

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

×