Habis Mandi Air Hangat, Kenapa Malah Gerah?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 04 September 2020 | 10:52 WIB
Habis Mandi Air Hangat, Kenapa Malah Gerah?
Ilustrasi mandi. (Shutterstock)

Suara.com - Harapannya, habis mandi air hangat, tubuh akan terasa rileks dan nyaman. Tapi, ada kalanya kita justru merasa gerah setelah mandi air hangat. Kenapa ya?

Memastikan suhu air ketika mandi air hangat sangatlah penting. Hal ini tidak hanya demi kesehatan, tapi juga demi kenyamanan setelah mandi.

Dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV mengungkap bahwa beberapa orang justru merasa gerah setelah ia mandi air hangat, dan bukannya segar dan nyaman seperti harapannya. Menurutnya, hal ini karena suhu air yang digunakan tidak pas, yaitu di atas suhu 37 hingga 38 derajat celcius.

"Mungkin merasa panas itu terjadi karena pemilihan suhunya yang tidak tepat. Mereka nggak tahu suhu airnya berapa," ujar dr. Fitria dalam acara Media Launch Electrolux Water Heater ComfortFlow dan AquaPro Series, Kamis (3/9/2020).

Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) itu, jika suhu air yang digunakan tepat, kita tidak akan merasa gerah setelah mandi.

Suhu air yang tepat juga tidak akan membuat kulit terasa kering setelah mandi air hangat. Sebaliknya, jika suhu air yang terlampau tinggi, hal ini akan menganggu kelembapan kulit.

"Karena kulit kita punya yang namanya natural moisturizer menthol (pelembab alami), yang kalau kita menggunakan air terlalu panas itu akan membuat kulit kering," jelas dr. Fitria.

Suhu yang tepat saat mandi air hangat juga akan memaksimalkan efek relaksasi bagi tubuh, pikiran, dan otot. Hal ini lantaran air hangat bisa menstimulus atau merangsang otak untuk memproduksi hormon kebahagiaan seperti serotonin, dopamin, endorfin, hingga oksitosin.

Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan penghargaan diri dan suasana hati, yang membuat Anda jadi lebih bersemangat juga termotivasi. Endorfin adalah hormon yang bisa menghilangkan rasa sakit di tubuh secara alami, meredakan depresi, cemas dan stres.

Lalu oksitosin adalah hormon cinta atau kasih sayang, di mana salah satu efek mandi air hangat adalah meningkatkan gairah romansa dan hasrat seksual. Sedangkan serotonin serupa dengan dopamin yang mengatur mood atau suasana hati, yang membuat tidur lebih nyenyak dan meningkatkan nafsu makan.

Jadi, pastikan suhu air mandimu tidak terlalu panas saat mandi air hangat, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak, Rumah Ini Gunakan Dispenser di Kamar Mandi untuk Mandi Air Hangat

Kocak, Rumah Ini Gunakan Dispenser di Kamar Mandi untuk Mandi Air Hangat

Jogja | Kamis, 23 Juli 2020 | 16:10 WIB

Selalu Merasa Gerah Saat Tidur? Lakukan Tips Ini Agar Tubuh Lebih Dingin

Selalu Merasa Gerah Saat Tidur? Lakukan Tips Ini Agar Tubuh Lebih Dingin

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 16:04 WIB

Lebih Baik Mandi Air Panas atau Dingin? Ketahui Manfaat Kesehatannya Dulu!

Lebih Baik Mandi Air Panas atau Dingin? Ketahui Manfaat Kesehatannya Dulu!

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB