Ingin Turunkan Berat Badan Pascamelahirkan, Perhatikan 5 Hal ini

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 05 September 2020 | 14:56 WIB
Ingin Turunkan Berat Badan Pascamelahirkan, Perhatikan 5 Hal ini
ilustrasi ibu dan anak [shutterstock]

Suara.com - Peningkatan berat badan akibat kehamilan memang umum. Namun, tak sedikit perempuan kesulitan untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan

Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menurunkan berat badan setelah melahirkan, antara lain:

Tetap Realistis

Dalam sebuah penelitian tahun 2015, 75 persen wanita mengalami peningkatan berat badan setelah melahirkan. Peningkatan berat badan ini bisa menetap kurang lebih selamaa 1 tahun. 

Dari wanita-wanita ini, 47 persen setidaknya memiliki berat 4,5 kg lebih berat dalam 1 tahun, dan 25 persen telah mempertahankan berat badan berlebih sampai 9 kg. Dengan begitu, Anda sebaiknya tetap realistis dengan hanya mengharapkan penurunan berat badan pada 1 hingga 2 tahun pascamelahirkan dengan kisaran 4,5 kg. 

Jangan Diet Ketat

Diet ketat adalah diet sangat rendah kalori yang bertujuan untuk membuat Anda kehilangan banyak berat badan dalam waktu sesingkat mungkin.

Setelah melahirkan, tubuh  membutuhkan nutrisi yang baik untuk pemulihan. Selain itu, jika Anda sedang menyusui, Anda membutuhkan lebih banyak kalori.

Diet rendah kalori kemungkinan besar akan memicu kekurangan nutrisi penting dan membuat Anda merasa lelah. 

Menyusui

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit Amerika (CDC) merekomendasikan ibu baru untuk menyusui. Menyusui bayi  selama 6 bulan pertama kehidupan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

Wanita yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah mengakami tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, kanker payudara, dan kanker ovarium.
Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa menyusui dapat mendukung penurunan berat badan pascamelahirkan.

Ilustrasi ibu menyusui. (dok: Herba Asimor)
Ilustrasi ibu menyusui. (dok: Herba Asimor)

Namun, dalam 3 bulan pertama menyusui mungkin tidak akan memengaruhi penurunan berat badan. Hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan dan asupan kalori, serta berkurangnya aktivitas fisik saat menyusui.

Pantau Asupan Kalori

Memantau kalori dapat membantu mengetahui seberapa banyak Anda makan yang juga dapat membantu memastikan Anda mendapatkan cukup kalori. Memantau asupan kalori bisa dilakukan dengan membuat buku harian makan, memotret makanan sebagai pengingat, dan coba gunakan aplikasi pelacak kalori melalui ponsel. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berat Rebel Wilson Berhasil Turun 20kg dengan Diet Mayr, Metode Apa Itu?

Berat Rebel Wilson Berhasil Turun 20kg dengan Diet Mayr, Metode Apa Itu?

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 10:18 WIB

Ingin Menurunkan Berat Badan? Coba Tiga Kebiasaan Ini di Pagi Hari

Ingin Menurunkan Berat Badan? Coba Tiga Kebiasaan Ini di Pagi Hari

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 20:35 WIB

Menyusui Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Begini Prosesnya

Menyusui Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Begini Prosesnya

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB