Meski Angka Infeksi Bertambah, Ahli Sebut Virus Corona Covid-19 Makin Lemah

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 07 September 2020 | 08:40 WIB
Meski Angka Infeksi Bertambah, Ahli Sebut Virus Corona Covid-19 Makin Lemah
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus infeksi virus corona Covid-19 di seluruh dunia terus meningkat seiring waktu. Tapi, para ahli mengatakan bahwa virus corona Covid-19 semakin melemah dan ini bisa menekan jumlah kematian.

Karena aturan jarak sosial, maka seseorang yang terinfeksi hanya bisa menularkan jejak virus corona yang kurang terkonsentrasi. Hal ini membuat dosis infeksi virus corona lebih rendah atau lebih lemah dari awalnya.

Artinya, orang yang baru terinfeksi virus corona Covid-19 akan mengalami infeksi yang lebih kecil sehingga virus tidak memiliki efek serius, mirip dengan cacar air.

Meski begitu, dokter memperjelas bahwa sifat virus corona Covid-19 sekarang ini masih belum cukup diketahui, mungkinkah itu tergantung pada dosis infeksi atau lainnya.

Tapi sama halnya dengan SARS dan MERS, jumlah penularan virus corona Covid-19 di Inggris mulai mencapai titik terendah 550 per hari pada minggu pertama bulan Juli 2020.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Saat itu, sekitar 150 penderita virus corona dirawat di rumah sakit setiap hari. Sejak Juli 2020, jumlah infeksi baru telah meningkat dengan 1.500 orang dinyatakan positif virus corona minggu lalu.

Tapi, angka kematian pasien virus corona di rumah sakit justru menurun. Saat ini, ada sekitar 450 pasien virus corona di rumah sakit yang berjuang melawan virus corona di Inggris.

"Jika Anda terpapar virus dalam jumlah yang lebih sedikit, lebih sedikit sel dalam tubuh yang terinfeksi. Jadi, ada waktu bagi sistem kekebalan Anda untuk memberikan tanggapan," jelas Dr Elisabetta Groppelli dikutip dari The Sun.

Banyak perbandingan yang telah dikaitkan antara virus corona Covid-19 dan pandemi flu Spanyol tahun 1918. Teorinya bergantung pada dosis infeksi yang mungkin bisa memprediksi anga kejadian di masa mendatang.

baca juga

Dr Groppelli mengatakan usia dan penyakit lain memainkan peran besar. Sedangkan, Profesor Wendy Barclay, kepala Departemen Penyakit Menular di Imperial College London, mengatakan semua kondisi ini berkaitan dengan ukurannya.

"Jika saya harus terinfeksi virus corona Covid-19 sekarang ini, saya ingin dosis infeksi yang sekecil mungkin. Karena itu berarti peluang tubuh saya lebih tinggi untuk mengendalikan infeksi," jelas Dr Groppelli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percaya Teori Konspirasi, 25 Persen Warga Brasil Menolak Vaksin Covid-19

Percaya Teori Konspirasi, 25 Persen Warga Brasil Menolak Vaksin Covid-19

Health | Senin, 07 September 2020 | 08:00 WIB

Awas, Kelopak Mata Turun Tanda Komplikasi Virus Corona Covid-19

Awas, Kelopak Mata Turun Tanda Komplikasi Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 07 September 2020 | 08:05 WIB

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Health | Senin, 07 September 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:22 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×