Percaya Teori Konspirasi, 25 Persen Warga Brasil Menolak Vaksin Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 07 September 2020 | 08:00 WIB
Percaya Teori Konspirasi, 25 Persen Warga Brasil Menolak Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gameleya, Moskow, Rusia. (AFP)

Suara.com - Produksi vaksin Covid-19 tengah ditunggu seluruh dunia saat ini. Namun serperempat warga Brasil menyatakan kemungkinan mereka akan menolak vaksin tersebut.

Berdasarkan survei yang diterbitkan surat kabar O Estado de S Paulo pada Minggu (6/9), disebutkan bahwa lima persen orang Brasil akan menolak, dalam keadaan apapun, untuk divaksinasi virus corona. Sementara 20 persen lainnya mengindikasikan mereka mungkin tidak akan menerimanya.

Alasan penolakan itu lantaran warga ragu atas keamanan dan keefektifan vaksin. Selain itu, mereka percaya teori konspirasi yang tidak berdasar seperti ketakutan akan manipulasi genetik, memiliki chip yang ditanamkan dengan mengambilnya, dan dibuat dengan janin yang diaborsi.

Mereka yang menolak vaksinasi itu 34 persen di antaranya berusia 25-34 tahun. Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 75 persen orang Brasil akan mengambil vaksin jika sudah tersedia.

Dikutip dari Channel News Asia, survei dilakukan Ibope untuk organisasi non-pemerintah Avaaz terhadap 1.000 orang di seluruh Brasil. Survei tersebut dilakukan setelah Presiden Jair Bolsonaro menegaskan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak akan wajib ketika sudah tersedia.

Brasil saat ini menjadi negara ketiga dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Mengutip situs worldometers.info, hingga Senin (7/9) pukul 7.15 WIB, total infeksi virus corona di negara itu mencapai 4.137.606 orang dengan 126.686 di antaranya meninggal dunia.

Brasil berada di bawah India yang jumlah infeksi hariannya terus melejit. India kembali memecahkan rekor penambahan kasus baru dengan jumlah 91.723 orang terinfeksi SARS COV-2 hanya dalam waktu 24 jam.

India kini memiliki total kasus Covid-19 sebanyak 4.202.562 orang. Angka kematian harian di India juga jadi yang terbanyak sedunia. Dalam satu hari, lebih dari seribu orang meninggal setelah terinfeksi virus, total hingga kini ada 71.687 jiwa.

Sedangkan di atas India ada Amerika Serikat yang menjadi negara dengan kasus terbanyak, yakni 6.457.674 orang dan 193.207 jiwa meninggal akibat Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Studi: Hampir Setengah dari Kasus Covid-19 Tanpa Gejala

Hasil Studi: Hampir Setengah dari Kasus Covid-19 Tanpa Gejala

Health | Senin, 07 September 2020 | 06:53 WIB

Dinyatakan Reaktif, Jenazah R Tidak Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19

Dinyatakan Reaktif, Jenazah R Tidak Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19

News | Senin, 07 September 2020 | 01:05 WIB

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Health | Senin, 07 September 2020 | 07:30 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB