Sedang Banyak Dicari, Wajibkah Memilki Pulse Oximeter di Rumah?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 08 September 2020 | 10:16 WIB
Sedang Banyak Dicari, Wajibkah Memilki Pulse Oximeter di Rumah?
pulse oximeter di rumah (Freepik)

Suara.com - Gejala Covid-19 diketahui meliputi flu, demam, batuk, diare hingga anosmia (kehilangan indra penciuman). Namun kini ramai pembahasan di mana pasien Covid-19 tidak mengalami gejala lalu tiba-tiba kesulitan bernapas. Kondisi ini termasuk ke dalam gejala happy hypoxia.

Perlu dicatat bahwa happy hypoxia atau silent hypoxia adalah suatu kondisi ketika seorang pasien Covid-19 memiliki saturasi oksigen dalam darah yang sangat rendah tanpa merasa tertekan atau tidak nyaman.

Dalam kasus ini, meskipun saturasi oksigen turun ke tingkat yang sangat rendah, pasien tidak merasa sesak atau gejala masalah pernapasan lainnya yang jelas.

Penurunan saturasi oksigen yang diam-diam dalam tubuh pasien tanpa gejala atau gejala ringan pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung ataupun berujung kematian.

Saturasi oksigen (SpO2) normalnya berkisar dari 92 hingga 100 persen. Bagi orang sehat, SpO2 biasanya berkisar antara 94-96 persen. Namun nilai di bawah 90 persen selama wabah Covid-19 dapat mengindikasikan tingak oksigen yang rendah, hal ini dikenal sebagai hipoksemia.

pulse oximeter di rumah (Freepik)
pulse oximeter di rumah (Freepik)

Pasien asimtomatik yang ditemukan mengidap Covid-19 mungkin tidak menyadari penipisan SpO2 jika mereka dapat bernapas dengan baik.

Untuk mendeteksi secara rutin mencegah kondisi tersebut, alat pulse oximeter jamak digunakan dan kini sedang banyak dicari. Alat ini bekerja dengan menggunakan sinar infra merah untuk mengukur jumlah oksigen (gas darah) yang ada di kapiler (paling sering di ujung jari), dilansir dari First Post.

Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi (penderita diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan kondisi kronis lainnya) atau jika harus karantina di rumah setelah dinyatakan positif Covid-19, sebaiknya Anda memiliki pulse oximeter.

Sehinga Anda dapat mengetahui jika tingkat SpO2 turun di bawah 90 persen, Anda memerlukan rawat inap dan oksigen inhalasi sebagai bagian dari perawatan lanjutan.

Anda tidak memerlukan resep untuk membeli pulse oximeter. Perangkat sederhana ini berpotensi menyelamatkan nyawa dan mengurangi kepanikan. Di sisi lain, jika Anda mengalami gejala Covid-19, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin lalu mengisolasi diri di rumah.

Jadi, jika Anda termasuk dalam kategori berisiko tinggi terkena Covid-19 atau dikarantina di rumah setelah dites positif, pulse oximeter layak untuk diinvestasikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Corona Meroket, DKI Ubah 13 RSUD Jadi RS Khusus Covid-19

Kasus Corona Meroket, DKI Ubah 13 RSUD Jadi RS Khusus Covid-19

Jakarta | Selasa, 08 September 2020 | 09:57 WIB

Buruh Positif Corona, Pabrik Khong Guan Langgar Banyak Protokol Kesehatan

Buruh Positif Corona, Pabrik Khong Guan Langgar Banyak Protokol Kesehatan

Jakarta | Selasa, 08 September 2020 | 09:52 WIB

Pemkot Batasi Jam Malam, Sayuti : "Yo Jangan To Pak."

Pemkot Batasi Jam Malam, Sayuti : "Yo Jangan To Pak."

Kaltim | Selasa, 08 September 2020 | 09:38 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB