Penderita Diabetes Kerap Alami Bau Mulut, Begini Cara Mengatasinya

Vania Rossa Suara.Com
Minggu, 13 September 2020 | 09:05 WIB
Penderita Diabetes Kerap Alami Bau Mulut, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi bau mulut [shutterstock]

Suara.com - Bau mulut memang bikin kita jadi tak percaya diri. Namun, kita bisa mencegahnya dengan menjaga kesehatan mulut, atau menghindari konsumsi makanan tertentu. Tapi, pada penderita penyakit tertentu, bau mulut tak terelakkan. Salah satunya pada penderita diabetes.

Penyebab bau mulut pada penderita diabetes lebih disebabkan karena tingginya kadar keton dalam darah. Saat terkena diabetes, tubuh menjadi resisten insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin.

Akibatnya, sel-sel tidak mendapatkan cukup glukosa yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar tubuh. Untuk mengimbanginya, tubuh pun mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi guna menjalankan berbagai fungsi tubuh kita.

Ketika tubuhh membakar lemak, keton akan dihasilkan, dan mulai menumpuk di dalam darah dan urin. Tingkat keton yang tinggi di dalam tubuh menyebabkan bau busuk, yang salah satunya menyebabkan bau mulut. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Dilansir dari laman WebMD, perawatan dokter untuk penderita diabetes biasanya mencakup konsumsi insulin yang dapat mengontrol gula darah dan menghentikan proses ketosis, termasuk bau mulut.

Sedangkan Times of India mencatat, bau busuk akibat tingginya kadar keton juga bisa karena masalah gigi. Jadi, kondisi ini perlu dievaluasi dengan baik sebelum sampai pada kesimpulan.

Dikutip dari Antara, penderita diabetes disarankan untuk tetap menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, dan jangan lupa membersihkan lidah serta membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi, pantau kadar gula darah, coba konsumsi permen atau permen karet bebas gula untuk merangsang air liur, dan kunjungi dokter gigi secara teratur

Selain bau mulut, kadar keton yang tinggi dalam tubuh sebenarnya bisa menyebabkan kondisi berbahaya lain yang disebut ketoasidosis diabetik (DKA). Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang menderita diabetes tipe 1 dan perlu ditangani tepat waktu. Gejala umum keton tinggi meliput ada aroma seperti buah manis di napas, sering buang air kecil, sakit perut, mual, atau muntah, kadar glukosa darah tinggi dan sesak napas.

Baca Juga: Cek Sekarang, Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Diabetes

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI