Benarkah Sistem Kekebalan Pengaruhi Pikiran dan Tubuh? Ini Temuan Studi!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 15 September 2020 | 16:16 WIB
Benarkah Sistem Kekebalan Pengaruhi Pikiran dan Tubuh? Ini Temuan Studi!
Sel T, sistem kekebalan tubuh (Pixabay)

Suara.com - Penelitian baru di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis membantu mencari tahu hubungan pikiran dan tubuh.

Pada tikus, para peneliti menemukan bahwa sel-sel kekebalan di sekitar otak menghasilkan molekul yang diserap oleh neuron di otak.

Temuan yang dipublikasikan di Nature Immunology, menunjukkan bahwa elemen sistem kekebalan memengaruhi pikiran dan tubuh. Mereka menemukan bahwa molekul kekebalan IL-17 mungkin bertugas sebagai penghubung antara keduanya, pikiran dan tubuh.

"Sesuatu yang kami temukan pada penelitian ini adalah molekul kekebalan diproduksi oleh sel kekebalan yang berada di sekitar otak bisa memengaruhi fungsi otak," jelas Jonathan Kipnis, Ph.D., Profesor Patologi dan Imunologi dari Alan A. dan Edith L. Wolff, serta profesor bedah saraf, neurologi dan ilmu saraf dikutip dari Medical Xpress.

Caranya, melalui interaksi dengan neuron untuk memengaruhi perilaku, seperti kecamasan pada tikus. Molekul kekebalan IL-17 ini adalah sitokin, molekul pemberi sinyal yang mengatur respons imun terhadap infeksi dengan mengaktifkan dan mengarahkan sel imun.

Ilustrasi otak, pikirn(Shutterstock).
Ilustrasi otak, pikiran (Shutterstock).

IL-17 juga telah dikaitkan dengan autisme pada penelitian hewan dan depresi pada manusia. Tapi, cara molekul kekebalan ini menyebabkan gangguan otak masih belum jelas. Karena, tidak banyak sistem kekebalan di otak dan sel kekebalan di sana tidak menghasilkan IL-17.

Tetapi, Kipnis bersama penulis pertama dan peneliti pascadoktoral Kalil Alves de Lima, menyadari bahwa jaringan yang mengelilingi otak penuh dengan sel-sel kekebalan, di antaranya populasi kecil yang dikenal sebagai sel T gamma delta yang memproduksi IL-17.

Setelah melakukan penelitian terhadap tikus, mereka menemukan bahwa meninges kaya akan sel T gamma-delta dan sel-sel tersebut terus-menerus memproduksi IL-17 dalam kondisi normal.

Selain itu, para ilmuwan menemukan bahwa neuron di otak memiliki reseptor pada permukaannya yang merespons IL-17. Ketika para ilmuwan melepaskan reseptor tersebut, sehingga neuron tidak dapat mendeteksi keberadaan IL-17 dan tikus menunjukkan tingkat kewaspadaan yang kurang.

baca juga

Para peneliti mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku bukanlah efek dari sistem kekebalan, tapi bagian integral dari komunikasi neuro-imun.

Para peneliti berspekulasi bahwa hubungan antara sistem kekebalan dan otak dapat berkembang sebagai bagian dari strategi bertahan hidup yang memiliki banyak aspek.

Peningkatan kewaspadaan bisa membantu hewan pengerat bertahan dari infeksi dengan mencegah perilaku yang meningkatkan risiko infeksi.

"Sistem kekebalan dan otak kemungkinan telah berevolusi bersama. Memiliki molekul yang khusus untuk melindungi kita secara imunologis dan perilaku pada waktu yang sama juga cara cerdas untuk melindungi diri dari infeksi," jelas Alves de Lima.

Hal ini bisa menjadi contoh baik tentang cara sitokin berevolusi melawan patogen, sekaligus bekerja di otak dan memodulasi perilaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Fauci Konsumsi Vitamin C dan D selama Pandemi, Apa Manfaatnya?

Dokter Fauci Konsumsi Vitamin C dan D selama Pandemi, Apa Manfaatnya?

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 14:04 WIB

Mengenal Sel T, Bagian Sistem Imun yang Bisa Tangkal Virus Corona

Mengenal Sel T, Bagian Sistem Imun yang Bisa Tangkal Virus Corona

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 13:03 WIB

Hindari Risiko Rotavirus pada Anak, Orangtua Harus Perhatikan 3 Hal Ini

Hindari Risiko Rotavirus pada Anak, Orangtua Harus Perhatikan 3 Hal Ini

Jogja | Senin, 07 September 2020 | 06:34 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×