Viral Remaja Dinikahkan karena Pulang Terlambat, Psikolog Bilang Begini

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 17 September 2020 | 11:12 WIB
Viral Remaja Dinikahkan karena Pulang Terlambat, Psikolog Bilang Begini
Ilustrasi pernikahan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Viral kisah remaja perempuan berinisial NH (12) di Lombok dinikahkan dengan lelaki berinisial S, teman sebayanya oleh kedua orangtuanya dengan alasan terlambat pulang ke rumah.

Kedua orangtua remaja perempuan tersebut tidak terima dan memaksakan anaknya menikah dengan S, jadilah mereka menikah di KUA.

Melihat hal ini Psikolog Anak dan Keluarga, Samanta Ananta, M.Psi berpendapat pernikahan sangat perlu persiapan matang, baik biologis, mental dan finansial.

Ditambah alasan menikah juga perlu dipertimbangkan, tidak asal-asalan dan hanya nafsu belaka.

"Karena keluarga merupakan organisasi terkecil dari sebuah negara. Pasangan yang belum dewasa dan matang serta menikah karena kondisi terpaksa akan berdampak besar terhadap kesehatan mental, organ reproduksi juga bagaimana nilai moral dalam masyarakat juga berpengaruh," ungkap Samantha saat dihubungi suara.com, Kamis, (17/9/2020).

Apalagi saat ini pemerintah sudah menetapkan usia menikah minimal 19 tahun. Bahkan di usia lebih dari itu pemerintah juga sudah membuka kelas penyuluhan, edukasi mendalam tentang pernikahan.

Begitu juga saat anak belum masuk usia pernikahan ia harus dapat edukasi tentang perkembangan remaja.

"Bagaimana menjaga diri lebih baik agar menghindari hal-hal yang dikhawatirkan oleh orangtua," terang Samantha.

Menurut Samanta, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua sebelum menikahkan anaknya:

  • Memahami perkembangan remaja
  • Memahami kebutuhan remaja
  • Menguasai bagaimana berkomunikasi dengan remaja
  • Mau mencari pertolongan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan menikahkan anaknya yang masih di bawah umur untuk menikah

Psikolg jebolan Universitas Tarumanegara itu juga mengingatkan pernikahan bukan sekedar sah secara agama, tapi juga perlu dicatat negara atau sah secara hukum.

"Maka penting prosesi menikah disaksikan oleh lembaga hukum yang bertanggungjawab," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog

Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:47 WIB

Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat

Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:44 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Santriwati Modus Manipulasi Doktrin, Polisi Sita Kondom

Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Santriwati Modus Manipulasi Doktrin, Polisi Sita Kondom

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:50 WIB

Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi

Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:36 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:59 WIB

Bosan Mudik Saja? Intip 3 Destinasi Wisata Alam Paling Hits untuk Libur Lebaran 2026

Bosan Mudik Saja? Intip 3 Destinasi Wisata Alam Paling Hits untuk Libur Lebaran 2026

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:18 WIB

Viral, Bule Ngamuk Bawa Parang karena Terganggu Suara Tadarus Musala

Viral, Bule Ngamuk Bawa Parang karena Terganggu Suara Tadarus Musala

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 04:00 WIB

Gili Trawangan Dinobatkan Punya Laut Paling Nyaman untuk Berenang di Dunia

Gili Trawangan Dinobatkan Punya Laut Paling Nyaman untuk Berenang di Dunia

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:09 WIB

Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan

Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan

Entertainment | Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan

Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB