Muncul Bunyi 'Krek' di Lutut Saat Ingin Duduk, Waspadai Gangguan Ini

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 17 September 2020 | 15:24 WIB
Muncul Bunyi 'Krek' di Lutut Saat Ingin Duduk, Waspadai Gangguan Ini
Ilustrasi bunyi krek di lutut. (Shutterstock)

Suara.com - Pernah mendengar persendian Anda berbunyi 'krek', berderit, atau berderak? Sekarang, para peneliti mengatakan teknik baru yang mendengarkan lutut dapat membantu dokter mendiagnosis dan memantau osteoartritis.

Dalam studi baru, para peneliti memasang mikrofon kecil ke lutut peserta, yang memungkinkan mereka mendengarkan suara frekuensi tinggi saat orang tersebut berulang kali berdiri dan duduk lagi.

Dilansir dari Health24, analisis komputer terhadap suara kemudian memberikan informasi tentang kesehatan lutut, jelas penulis penelitian tersebut.

Studi ini adalah yang pertama menilai teknik tersebut pada sejumlah besar orang dengan osteoartritis lutut. Ditemukan perbedaan antara lutut yang sehat dan lutut yang terkena bentuk artritis yang "aus dan robek".

Ilustrasi nyeri lutut. [shutterstock]
Ilustrasi nyeri lutut. [shutterstock]

Penemuan tersebut membawa teknik ini selangkah lebih dekat untuk digunakan oleh dokter dan dalam penelitian, menurut laporan yang diterbitkan 16 Oktober di jurnal PLOS ONE.

"Pekerjaan ini sangat menarik karena melibatkan ilmuwan dan dokter yang bekerja bersama sebagai satu tim untuk mengembangkan pendekatan yang sama sekali baru," kata pemimpin proyek John Goodacre. Dia seorang profesor emeritus di Universitas Lancaster, Inggris Raya.

"Secara potensial, ini dapat mengubah cara penanganan osteoartritis lutut. Ini akan memungkinkan diagnosis yang lebih baik, dan akan memungkinkan perawatan disesuaikan lebih tepat sesuai dengan kondisi lutut individu. Ini juga akan memungkinkan uji klinis yang lebih cepat, lebih besar dan lebih baik dari perawatan baru, "Goodacre berkata dalam rilis berita universitas.

Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah mengembangkan perangkat portabel non-invasif yang dapat digunakan oleh penyedia layanan kesehatan untuk menilai apakah lutut pasien berubah atau merespons pengobatan osteoartritis.

Teknik ini dapat memberikan penilaian yang lebih cepat, lebih murah, lebih nyaman dan lebih akurat daripada metode saat ini, kata penulis penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Banyak Manfaat, Kunyit Bisa Redakan Nyeri Radang Sendi Lutut!

Punya Banyak Manfaat, Kunyit Bisa Redakan Nyeri Radang Sendi Lutut!

Health | Rabu, 16 September 2020 | 16:37 WIB

Studi: Kunyit Bisa Redakan Nyeri Lutut akibat Osteoarthritis

Studi: Kunyit Bisa Redakan Nyeri Lutut akibat Osteoarthritis

Health | Selasa, 15 September 2020 | 12:20 WIB

Kenali Steroid, Obat yang Dipakai Kanye West untuk Redakan Rasa Sakit!

Kenali Steroid, Obat yang Dipakai Kanye West untuk Redakan Rasa Sakit!

Health | Kamis, 10 September 2020 | 15:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB