Temuan Baru, Minum Kopi Bisa Tingkatkan Kehidupan Pasien Kanker Usus Besar!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 15:23 WIB
Temuan Baru, Minum Kopi Bisa Tingkatkan Kehidupan Pasien Kanker Usus Besar!
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock)

Suara.com - Ternyata, kopi memiliki beragam manfaat lain yang tidak kalah penting selain menambah energi ketika tubuh mulai lelah.

Menurut sebuah studi baru, kopi juga bisa membantu pasien kanker usus besar berumur lebih panjang.

Dalam sebuah penelitian terhadap 1.171 pasien dengan kanker kolorektal stadium lanjut atau metastatik, para peneliti menemukan peningkatan asupan kopi berkaitan dengan risiko mengembangkan penyakit dan kematian yang lebih rendah.

Untuk penelitian yang terbit di JAMA Oncology pekan lalu ini, pasien kanker usus besar diminta mengisi kuisioner tentang pola makan dan kebiasaan konsumsi kopi mereka.

Data dikumpulkan selama beberapa tahun, dari 2005 hingga 2018, dan kemudian dianalisis antara Mei dan Agustus 2018.

Peneliti menemukan peserta studi yang minum satu cangkir kopi sehari memiliki tingkat kelangsungan hidup 11 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

Ilustrasi minum kopi bersama gebetan (Shutterstock).
Ilustrasi minum kopi (Shutterstock).

Mereka juga mengalami peningkatan hidup tanpa perkembangan kanker yang semakin parah sebanyak 5 persen.

Sementara itu, mereka yang minum lebih banyak kopi atau lebih dari empat cangkir sehari, ditemukan memiliki tingkat kelangsungan hidup 36 persen dan 22 persen untuk peningkatan hidup bebas perkembangan kanker parah.

Peneliti juga mempelajari efek dari kopi biasa dan kopi tanpa kafein, dan menemukan bahwa masing-masing terbukti bermanfaat.

Chen Yuan, penulis utama studi ini dari Dana-Farber Institute menduga hal ini terjadi karena efek antioksidan dan anti-inflamasi di dalam kopi.

"Diketahui bahwa beberapa senyawa dalam kopi memiliki antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat lain yang mungkin aktif melawan kanker," kata Yuan, dilansir Fox News.

Meski begitu, Yuan mengatakan bahwa masih diperlukan banyak penelitian untuk mempelajari bagaimana kopi bekerja melawan kanker di dalam tubuh.

"Meskipun terlalu dini untuk merekomendasikan asupan tinggi kopi sebagai pengobatan potensial untuk kanker kolorektal, penelitian kami menunjukkan bahwa minum kopi tidak berbahaya dan berpotensi bermanfaat," jelas Kimmie Ng, penulis senior studi ini dari Dana-Farber Institute.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Mengecoh, Ini Bedanya Ambeien dan Kanker Usus Besar

Sering Mengecoh, Ini Bedanya Ambeien dan Kanker Usus Besar

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 17:23 WIB

Viagra Disebut Bisa Membantu Pengobatan Pasien Kanker Usus, Benarkah?

Viagra Disebut Bisa Membantu Pengobatan Pasien Kanker Usus, Benarkah?

Health | Kamis, 10 September 2020 | 20:15 WIB

Obat Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus, Begini Metodenya!

Obat Aspirin Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus, Begini Metodenya!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:56 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB