Ilmuwan Inggris Temukan Titik Kelemahan Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 20:04 WIB
Ilmuwan Inggris Temukan Titik Kelemahan Virus Corona Covid-19
Ilustrasi virus covid 19. Di Sumsel, dua daerah masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus ini.

Suara.com - Tim ilmuwan di Universitas Inggris meyakini mereka telah membuat sebuah penemuan yang bisa membantu melawan virus corona Covid-19.

Para peneliti di University of Bristol ini menggambarkan studi mereka sebagai sebuah alternatif atau terobosan yang diharapkan bisa menghentikan penyebaran virus corona Covid-19.

Penelitian itu dipimpin oleh Prof Christiane Schaffitzel dari Sekolah Biokimia Bristol dan Prof Imre Berger dari Pusat Biologi Minimal Max Planck Bristol.

Mereka menemukan bahwa virus corona Covid-19 memiliki seperti "kantong obat" di permukaannya sebagai titik kelemahannya. Mereka berpendapat bahwa titik kelemahan itu bisa disuntik menggunakan obat antivirus untuk menghentikan keganasannya sebelum menyerang banyak sel dalam tubuh.

Tim peneliti menemukan bahwa virus corona Covid-19 menggunakan molekul kecil yang disebut asam linoleat (LA) untuk mengikat dirinya dan menyebar di dalam tubuh manusia.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Sehingga tim peneliti ini yakin ada cara untuk mengacaukan lemak pengikat itu sehingga membuat virus tidak lagi bersifat menular.

"Kami benar-benar bingung dengan penemuan ini dan implikasinya. Jadi, di sini kita memiliki LA, molekul di pusat fungsi yang bisa melemahkan pasien virus corona Covid-19 dengan konsekuensi mengerikan," jelas Profesor Berger dikutip dari Mirror UK.

Profesor Berger juga mengatakan vius yang telah membunuh ratusan orang di dunia sangat tergantung dengan molekul tersebut untuk menyebar luas di dalam tubuh.

Sehingga, kini para ilmuwan perlu mencari cara untuk melawan virus corona Covid-19 dengan mengacaukan molekul tersebut agar pandemi virus berhenti.

Tim peneliti Bristol sendiri optimis bahwa strategi yang sedang direncanakan mereka bisa mengembangkan obat antivirus untuk melawan virus corona Covid-19 tersebut.

"Dari penyakit lain kita tahu bahwa mengotak-atik jalur metabolisme LA bisa memicu peradangan sistemik, sindrom gangguan pernapasan akut dan pneumonia. Jika kita lihat pada pasien HIV setelah 30 tahun penelitian, campuran obat anti-virus molekul kecil bisa mencegah virus," jelas Prof Schaffitzel.

Karena itu, tim peneliti ini yakin penemuannya bisa menyebabkan obat antivirus baru mematikan dan menghilangkan virus corona sebelum memasuki sel manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lahan Pemakaman Covid di TPU Pondok Ranggon Bisa Penuh 2 Bulan ke Depan

Lahan Pemakaman Covid di TPU Pondok Ranggon Bisa Penuh 2 Bulan ke Depan

News | Rabu, 23 September 2020 | 18:51 WIB

Jelang Halloween, CDC Peringatkan Jangan Pakai Kostum Topeng Sembarangan

Jelang Halloween, CDC Peringatkan Jangan Pakai Kostum Topeng Sembarangan

Health | Rabu, 23 September 2020 | 19:16 WIB

Cek Sekarang, Tanda Tidak Biasa Ini Juga Bisa Jadi Gejala Covid-19

Cek Sekarang, Tanda Tidak Biasa Ini Juga Bisa Jadi Gejala Covid-19

Health | Rabu, 23 September 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB