Seks yang Sehat Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Serangan Jantung

Vania Rossa

Selasa, 29 September 2020 | 08:38 WIB
Seks yang Sehat Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Serangan Jantung
Ilustrasi seks yang sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang berhenti berhubungan seks setelah serangan jantung dengan keyakinan bahwa hal itu dapat memicu serangan jantung berikutnya. Tapi penelitian yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology mengatakan seks yang baik justru berguna untuk meningkatkan kelangsungan hidup.

Ya, ternyata orang yang pernah mengalami serangan jantung dapat meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup dalam jangka panjang dengan kembali ke tingkat aktivitas seksual yang normal.

Para peneliti mengikuti 495 pasangan selama sekitar 20 tahun dan menemukan bahwa mereka yang mempertahankan atau meningkatkan frekuensi aktivitas seksual mereka dalam enam bulan pertama setelah serangan jantung memiliki risiko kematian 35% lebih rendah daripada mereka yang berhenti berhubungan seks atau mengurangi frekuensi seks.

"Seksualitas dan aktivitas seksual adalah penanda kesejahteraan," kata penulis studi Profesor Yariv Gerber dari Universitas Tel Aviv di Israel, seperti dilansir dari CNN.

"Melanjutkan aktivitas seksual segera setelah serangan jantung mungkin merupakan bagian dari persepsi diri seseorang sebagai orang yang sehat, berfungsi, muda, dan energik. Hal ini dapat mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat secara umum," kata peneliti lagi.

Sementara aktivitas fisik yang tiba-tiba, seperti berhubungan seks, dapat memicu serangan jantung, namun risiko jangka panjang masalah jantung berkurang dengan aktivitas fisik yang teratur, kata para peneliti.

Sementara episode aktivitas seksual yang sembunyi-sembunyi telah terbukti memicu masalah jantung dalam beberapa kasus, orang yang berolahraga secara teratur berisiko lebih rendah.

Sebanyak 495 pasien berusia 65 tahun ke bawah dan dirawat di rumah sakit karena serangan jantung pertama mereka pada tahun 1993. Usia rata-rata mereka adalah 53 dan 90% di antaranya adalah laki-laki.

Peneliti menemukan bahwa setelah 22 tahun, 211 pasien, atau 43% dari total partisipan, telah meninggal. Mereka kemudian menyesuaikan faktor-faktor seperti obesitas, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi untuk menentukan perbedaan risiko kematian antara kedua kelompok.

baca juga

Gerber mengatakan bahwa orang yang dapat menaiki tangga atau jogging atau berjalan satu mil tanpa kesulitan, aman untuk berhubungan seks lagi.

Pasien juga harus melanjutkan aktivitas seksual 'secepat mungkin', dan sebaiknya dalam beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit.

Namun, tingkat keparahan serangan jantung, serta komplikasi seperti gagal jantung atau fibrilasi atrium, dapat memengaruhi kerangka waktu yang ideal, dan setiap pasien harus berkonsultasi dengan dokter mereka.

Meskipun penelitian ini tidak meneliti frekuensi ideal aktivitas seksual, Gerber mengatakan bahwa kelompok penelitiannya sebelumnya telah menunjukkan bahwa "bahkan frekuensi rendah kurang dari sekali seminggu dikaitkan dengan kelangsungan hidup jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan tidak ada seks sama sekali."

Gerber mengatakan aktivitas seksual merupakan penanda untuk pemulihan yang lebih baik karena kebugaran fisik yang lebih baik, hubungan pasangan yang lebih kuat, dan kemampuan mental untuk 'bangkit kembali' dari guncangan awal peristiwa dalam beberapa bulan.

Namun ia juga menggarisbawahi bahwa penelitian tersebut tidak mengasumsikan bahwa aktivitas seksual merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup.
"Banyak parameter kesehatan fisik dan psikososial diperlukan untuk menjaga aktivitas seksual secara teratur," katanya.

Namun, hasilnya harus menunjukkan kepada pasien bahwa mereka tidak perlu khawatir untuk melanjutkan aktivitas seksual segera setelah serangan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Warna Kulit Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung, Benarkah?

Perubahan Warna Kulit Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung, Benarkah?

Health | Senin, 28 September 2020 | 09:03 WIB

Wanita Lebih Kecil Risikonya Serangan Jantung Kedua, ini Sebabnya

Wanita Lebih Kecil Risikonya Serangan Jantung Kedua, ini Sebabnya

Health | Senin, 28 September 2020 | 08:40 WIB

Kenapa Orang Sehat Seperti Atlet Bisa Mengalami Serangan Jantung?

Kenapa Orang Sehat Seperti Atlet Bisa Mengalami Serangan Jantung?

Health | Senin, 28 September 2020 | 08:10 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×