Kenapa Orang Sehat Seperti Atlet Bisa Mengalami Serangan Jantung?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 28 September 2020 | 08:10 WIB
Kenapa Orang Sehat Seperti Atlet Bisa Mengalami Serangan Jantung?
Ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Selain nutrisi seimbang, olahraga menjadi salah satu cara untuk bisa mendapat tubuh yang sehat. Kedua hal itu menjadi hal yang lazim dilakukan oleh atlet untuk meningkatkan performanya.

Meski begitu, bukan berarti atlet tidak memiliki risiko mengalami penyakit tidak menular seperti serangan jantung. Itu juga mengapa seorang -- sesehat atlet, masih memiliki risiko mengalami serangan jantung.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Siska S. Danny Sp.JP (K), setiap atlet sebenarnya memiliki kondisi jantung yang berbeda dari manusia pada umumnya. 

"Itu kelompok khusus. Atlet aktivitas fisiknya keras dan kalau dilakukan dalam waktu lama, jantung akan mengalami perubahan bentuk untuk beradaptasi terhadap beban aktivitas fisik yang meningkat. Jadi otot jantung atlet sedikit lebih tebal," jelas Siska dalam webinar 'Kebiasaan Kecil Menjaga Jantung Sehat', Minggu (27/9/2020).

Karena kondisi jantung seperti itu, atlet membutuhkan asupan makanan dan nutrisi lebih banyak. 

"Kalau tidak ada keseimbangan antara asupan, kebutuhan jaringan untuk jantung itu bisa terjadi serangan jantung. Karena itu, kalau atlet usia 40 tahun disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan," ucapnya.

Siska menambahkan bahwa penyakit tidak menular seperti serangan jantung sebenarnya memiliki banyak faktor dan penyebab. Sehingga tidak cukup hanya dengan melihat pola hidup atau kebiasaan makanan yang dikonsumsi. 

"Serangan jantung penyebabnya multifaktorial, berbeda dengan penyakit menular. Antara lain bagaimana pola makan, bagaimana kolesterol, tekanan darah, gula darah, olahraga atau tidak. Tidak kemungkinan kalau kita sudah mengontrol satu faktor tapi ada hal lain yang tidak bisa dikontrol. Salah satunya genetik," paparnya.

Ia menyebutkan, jika memiliki riwayat keluarga langsung seperti ayah, ibu, kakak atau adik yang mengalami sakit jantung atau kematian mendadak di usia muda, maka ada kemungkinan faktor risiko  bersifat genetik yang tidak bisa dihindari.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Begadang Membuat Seseorang Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Kenapa Begadang Membuat Seseorang Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Health | Minggu, 27 September 2020 | 19:10 WIB

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Health | Minggu, 27 September 2020 | 16:56 WIB

Sering Mendengkur saat Tidur? Hati-hati Risiko Serangan Jantung

Sering Mendengkur saat Tidur? Hati-hati Risiko Serangan Jantung

Health | Minggu, 27 September 2020 | 08:37 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×