Perubahan Warna Kulit Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung, Benarkah?

Senin, 28 September 2020 | 09:03 WIB
Perubahan Warna Kulit Bisa Jadi Tanda Risiko Serangan Jantung, Benarkah?
Ilustrasijari kaki perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung termasuk kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kematian, sehingga seseorang membutuhkan perawatan medis segera.

Karena itu, seseorang juga perlu mengenali tanda-tanda serangan jantung, termasuk munculnya bercak birus atau ungu pada kulit.

Perubahan warna kulit memang biasa terjadi ketika seseorang kedinginan, terbentur atau kelelahan. Tapi, Anda perlu mewaspadai ketika jari-jari kaki membiru yang dikenal sebagai sindrom kaki biru.

Menurut American Academy of Dermatology, sindrom kaki biru ini bisa terjadi akibat penyumbatan di pembuluh darah.

Penyumbatan pembuluh darah inilah bisa menyebabkan kurangnya oksigen yang menyebar ke seluruh tubuh. Pada akhirnya, seseorang bisa berisiko mengalami serangan jantung.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

"Tanda peringatan serangan jantung ini bisa muncul pada kulit dan kuku. Karena itu, dokter kulit mungkin juga mendeteksi risiko pasien terkena serangan jantung dan tidak," jelas American Academy of Dermatology dikutip dari Express.

Bila Anda menemukan kulit membiru atau ungu, itu bisa jadi tanda peringatan serangan jantung maupun kedinginan.

Tapi, perubahan kulit yang membiru atau ungu saat tubuh hangat atau tidak kedinginan, maka itu bisa jadi tanda darah tidak mendapatkan cukup oksigen.

Sementara itu, Anda juga lebih berisiko mengalami serangan jantung jika buang air besar lebih sedikit dari biasanya. Tapi, kondisi ini juga bisa disalahartikan sebagai sembelit.

Baca Juga: Bisa Deteksi TBC, Ilmuwan Belgia Juga Latih Tikus Mengendus Virus Corona

Padahal sembelit yang membuat tinja lebih keras dan memicu Anda mengejan bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Kondisi ini akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung.

Adapun gejala serangan jantung yang lebih umum termasuk nyeri dada parah, nyeri yang menjalar di lengan dan kepala mendadak pusing.

Namun, Anda bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Konsumsi makanan sehat dan seimbang serta olahraga teratur bisa menurunkan risikonya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI