Waduh, Ternyata Makanan dengan Nitrogen Cair Bahaya bagi Kesehatan!

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 04 Oktober 2020 | 08:20 WIB
Waduh, Ternyata Makanan dengan Nitrogen Cair Bahaya bagi Kesehatan!
Ilustrasi es krim. (Unsplash)

Suara.com - Saat ini, nitrogen cair sudah banyak digunakan dalam bidang kulit, yang biasanya disajikan bersamaan dengan hidangan penutup atau es krim.

Nitrogen cair adalah nitrogen tidak berwarna dan tidak berbau yang ditemukan dalam keadaan cair pada suhu terendah.

Banyak restoran hingga kafe menyajikan hidangannya menggunakan nitrogen cair dengan asap putih untuk menambah sensasi penikmatnya. Es krim nitrogen salah satu menu dengan tambahan nitrogen cair yang paling populer.

Pada 2012, Profesor Peter Barham dari Fakultas Fisika Universitas Bristol pernah bercerita mengenai anak didikan yang harus menjalani operasi perut akibat dampak negatif nitrogen cair dalam makanan.

Profesor Peter Barham, dilansir NDTV, mengatakan, nitrogen adalah gas tidak berbahaya yang didinginkan hingga suhu rendah, sehingga berubah menjadi cair.

Ilustrasi es krim. (Pixabay/Pasane)
Ilustrasi es krim. (Pixabay/Pasane)

Karena bersifat sangat dingin, langkah-langkah keamanan sangat diperlukan ketika menangani nitrogen cair.

Jika tidak, bahan ini bisa menyebabkan luka bakar, radang dingin, dan kriogenik.

Peter Barham juga menyarankan, jangan pernah mengonsumsi makanan dengan nitrogen cair ketika baru saja disajikan.

Lebih baik makanan itu dikonsumsi ketika cairan sudah menguap.

Cairan nitrogen ini memang tidak mengganggu bahan lain dalam piring atau minuman yang dikonsumsi.

Namun, jumlah nitrogen cair dalam makanan atau minum tetap harus sesuai aturan.

Setelah cairan nitrogen menguap dan berubah menjadi gas, bahan tambahan ini dalam makanan mungkin sudah tidak membahayakan.

Dr Tapasya Mundhra, seorang Ahli Gizi yang berbasis di Delhi, juga mangatakan, menambahkan nitrogen cair dalam makanan bisa berbahaya bila digunakan sembarang.

Namun, penggunaan nitrogen cair yang benar dan dengan teknik pengolahan tepat bisa menurunkan risiko bahayanya.

Karena itu, koki harus memahami baik penggunaan dan pengolahannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Pandemi, Haruskah Mencuci Makanan Sebelum Disimpan ke Kulkas?

Di Tengah Pandemi, Haruskah Mencuci Makanan Sebelum Disimpan ke Kulkas?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:06 WIB

Makan Geblek di Yogya, Habiburokhman: Kesukaan Ane Waktu Kecil di Amerika

Makan Geblek di Yogya, Habiburokhman: Kesukaan Ane Waktu Kecil di Amerika

News | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 07:15 WIB

Cara Membuat Es Krim Kopi yang Nikmat dan Lezat

Cara Membuat Es Krim Kopi yang Nikmat dan Lezat

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 18:38 WIB

Zodiak Kesehatan Besok, Sabtu 3 Oktober: Leo Pilih Makanan Bergizi Ya!

Zodiak Kesehatan Besok, Sabtu 3 Oktober: Leo Pilih Makanan Bergizi Ya!

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 17:14 WIB

Resep Es Potong Singapura, Dijamin Endes!

Resep Es Potong Singapura, Dijamin Endes!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:25 WIB

Gadis 13 Tahun Diminta Menyetir, Hantar Ayahnya yang Mabuk Beli Es Krim

Gadis 13 Tahun Diminta Menyetir, Hantar Ayahnya yang Mabuk Beli Es Krim

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:39 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB