Jangan Hanya Menghitung Kalori, Mulailah Fokus pada Asupan Nutrisi

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 07:30 WIB
Jangan Hanya Menghitung Kalori, Mulailah Fokus pada Asupan Nutrisi
Ilustrasi diet. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Dalam usaha menurunkan berat badan, seseorang perlu makan lebih sedikit kalori dan membakar lebih banyak untuk menurunkan banyak berat badan. Karenanya, menghitung kalori dari makanan dianggap sangat penting bagi banyak orang.

Tetapi beberapa ilmuwan percaya bahwa melakukan ini mungkin bukan cara yang ideal untuk menurunkan berat badan.

Dilansir dari Times of India, ilmuwan lebih menekankan pada pentingnya makan makanan yang sehat dan bergizi, daripada menghitung kalori untuk menghindari obesitas dan risiko penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan komplikasi terkait jantung.

Sebab, mengurangi kalori dapat menyebabkan malnutrisi dan kehilangan otot, yang dapat menjadi penyebab serius bagi beberapa masalah yang berhubungan dengan kesehatan.

Selain itu, makan makanan yang kaya nutrisi dan seimbang selalu lebih baik daripada menghitung kalori.

Ilustrasi malnutrisi akibat diet ketat [Shutterstock]
Ilustrasi malnutrisi akibat diet ketat [Shutterstock]

Mendukung klaim tersebut, ada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Stanford University. Mereka menemukan tidak ada perubahan berat yang signifikan antara diet rendah lemak yang sehat dan diet rendah karbohidrat yang sehat.

Dalam studi penurunan berat badan selama 12 bulan, yang dilakukan pada 609 orang, ditemukan bahwa mengonsumsi makanan utuh dan tidak diolah tanpa mengkhawatirkan asupan kalori mengakibatkan penurunan berat badan yang serupa bagi orang yang mengikuti kedua diet tersebut.

Memang membuat defisit kalori sangat penting untuk menurunkan berat badan, tetapi penelitian tersebut mengatakan untuk fokus pada apa yang Anda makan. Sebab itu lebih penting daripada seberapa banyak Anda makan.

"Saat Anda makan makanan dengan kualitas dan keseimbangan yang tepat, tubuh Anda dapat melakukan sisanya sendiri," kata David Ludwig, MD, ahli endokrinologi, peneliti, dan profesor di Harvard Medical School. "Anda tidak perlu menghitung kalori atau menghitung berdasarkan angka," ujarnya demikian dikutip dari Health.

Sehingga untuk menurunkan berat badan yang sehat, seseorang perlu fokus untuk mendapatkan karbohidrat, protein, dan lemak dalam jumlah yang cukup daripada hanya menghitung kalori.

Makan makanan kaya nutrisi akan menjaga energi Anda dan akan membantu membakar lemak. Ingatlah bahwa tujuan Anda memang menurunkan berat badan, namun jangan sampai mengorbankan kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mudah Menghitung Berat Badan Ideal

Cara Mudah Menghitung Berat Badan Ideal

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 16:07 WIB

Mau Ngemil Takut Gendut? Simak 5 Camilan Sehat Penurun Berat Badan

Mau Ngemil Takut Gendut? Simak 5 Camilan Sehat Penurun Berat Badan

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 14:19 WIB

Ternyata Anak Harus Dapat Asupan 15 Persen Protein, Ini Penjelasan Dokter

Ternyata Anak Harus Dapat Asupan 15 Persen Protein, Ini Penjelasan Dokter

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:50 WIB

Agar Nutrisi Lebih Optimal, Ini Waktu yang Tepat Untuk Makan Telur

Agar Nutrisi Lebih Optimal, Ini Waktu yang Tepat Untuk Makan Telur

Health | Rabu, 30 September 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB