Bulu Kucing Pengaruhi Kesuburan Perempuan? Ini Faktanya

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:41 WIB
Bulu Kucing Pengaruhi Kesuburan Perempuan? Ini Faktanya
Ilustrasi oren [shutterstock]

Suara.com - Banyak perempuan muda menghindari memelihara kucing karena bulunya yang mudah rontok dan dianggap dapat mempengaruhi kesuburan. Selain itu, pada ibu hamil, bulu kucing juga dianggap dapat mengganggu kesehatan serta perkembangan janin dalam kandungan.

Namun, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi dari RS Pondok Indah, dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc, memastikan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Jadi yang dikhawatirkan para ibu hamil itu seharusnya bukan dari bulu kucing, tetapi karena kotoran hewannya yang mengakibatkan adanya infeksi toksoplasma dan rubella,” ucap dr. Yassin dalam diskusi 'Antenatal Care pada Masa New Normal' secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Toksoplasma adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit Toxoplasma gondi. Sementara Rubella adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit.

Menurut dr. Yassin, penularan toksoplasma ini ternyata selain dari kotoran hewan, juga bisa berasal dari daging yang tidak dimasak sempurna (terutama daging kambing), sayuran mentah yang tidak dicuci dengan bersih, kotoran tikus, dan hewan mamalia lainnya.

“Jadi toksoplasma ini sifatnya parasit. Tidak hanya kucing, tapi hewan lain juga ada seperti dari anjing, monyet, dan lainnya. Tokso ini menginfeksi manusia melalui mulut. Itu artinya, Anda harus rajin mencuci tangan,” kata dia.

Sementara, akibat infeksi toksoplasma ini, perempuan hamil memang rentan mengalami keguguran karena parasit akan menyerang janin di dalam kandungan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, bisa kemungkinan terjadi kemandulan permanen.

Itu sebabnya, sebelum melakukan program hamil, pasangan suami istri disarankan untuk melakukan tes darah Torch untuk mengetahui apakah ada infeksi toksoplasma yang diderita. Karena sesungguhnya infeksi ini kerap tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga kerap tidak disadari.

Tak hanya pada perempuan, pada lelaki, jika terinfeksi toksoplasma ini, dampaknya bisa memengaruhi kesuburan, menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan peradangan di saluran sperma hingga seumur hidup.

Dr. Yassin menjelaskan tokso yang diderita orang dewasa biasanya disembuhkan dengan pengobatan tes darah Torch guna membunuh parasit itu dalam tubuh. Apabila sudah sembuh, dipastikan tidak lagi mudah terkena parasit tokso. Dan dikatakan pula, sebenarnya yang utama untuk terhindar dari terjangkitnya penyakit infeksi toksoplasma dan rubella ini adalah menjaga kebersihan, termasuk kebersihan hewan dan lingkungan sekitar, serta sering mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Besar Talitha Merawat Kucing dan Anjing Liar di Samarinda

Perjuangan Besar Talitha Merawat Kucing dan Anjing Liar di Samarinda

Video | Selasa, 06 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Tes Kepribadian: Pilih Gambar Kucing Berikut dan Cari Tahu Masa Depanmu!

Tes Kepribadian: Pilih Gambar Kucing Berikut dan Cari Tahu Masa Depanmu!

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Gemas! Dikira Pingsan, Balita ini Ternyata Tidur Bareng Kucing di Halaman

Gemas! Dikira Pingsan, Balita ini Ternyata Tidur Bareng Kucing di Halaman

News | Selasa, 29 September 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB