3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C Mendapat Hadiah Nobel Kedokteran

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:32 WIB
3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C Mendapat Hadiah Nobel Kedokteran
Ilustrasi hepatitis. (Shutterstocks)

Suara.com - Tiga ilmuwan, yakni dua dari Amerika Serikat dan satu dari Inggris, telah dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran 2020 karena menemukan virus penyebab infeksi hepatitis C.

Harvey J. Alter, Charles M. Rice, dan Michael Houghton bersama-sama memenangkan hadiah untuk penelitian individu mereka tentang virus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir dari Insider, hepatitis C kronis sering menyebabkan kanker hati atau sirosis (jaringan parut pada hati). Pada 2016, infeksi ini telah menyebabkan 400.000 orang meninggal.

Temuan dari ketiga ilmuwan tersebut membantu ilmuwan lain dalam menentukan pencegahan dan pengobatannya, kemudian dapat menurunkan jumlah kasusnya.

"Ini sudah lama tertunda. Hepatitis C bisa dibilang telah menyebabkan banyak kematian daripada pandemi virus corona saat ini. Itu adalah masalah besar dan (studi) ini adalah langkah maju yang sangat besar," ujar Gilbert Thompson, profesor emeritus lipidologi klinis di Imperial College London.

Ketiga pemenang mendapatkan 10 juta kronor Swedia atau sekitar Rp14,8 miliar.

Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis B.
Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis C (Shutterstock)

Empat dekade penelitian

Selama empat dekade, Alter, Rice, dan Houghton masing-masing menyumbangkan temuan penting mereka.

Pada 1977, Alter, seorang peneliti di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland, menemukan hepatitis C (saat itu nama hepatitis C belum ditentukan), dapat ditularkan melalui darah saat bereksperimen pada simpanse.

Kemudian, Houghton menggunakan pengurutan genetik pada 1980-an untuk menentukan hepatitis C adalah infeksi sendiri, dan berbeda dari virus hepatitis A dan B.

Pada tahun 1997, Rice melakukan penelitian pada simpanse, dan menemukan virus hepatitis C saja dapat menyebabkan infeksi hepatitis C, dan tidak ada virus lain yang terlibat.

Ketiga penemuan ini secara signifikan mengurangi jumlah infeksi hepatitis C yang menyebar melalui transfusi darah dan jarum suntik yang terinfeksi.

Hal ini juga mendongkrak pengembangan perawatan antivirus yang dapat menyembuhkan 95 persen penderita hepatitis C.

Namun, tingkat infeksi tetap tinggi di negara seperti Mesir, Suriah, Pakistan, dan Taiwan, di mana pengobatan hepatitis C seringkali terlalu mahal.

Itulah sebabnya, menurut ahli virus di Univeritsas Kopenhagen yang juga mempelajari hepatitis C Jens Bukh, perlunya penemuan vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nobel Fisika 2020 Diserahkan ke 3 Ilmuwan yang Bongkar Rahasia Lubang Hitam

Nobel Fisika 2020 Diserahkan ke 3 Ilmuwan yang Bongkar Rahasia Lubang Hitam

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2020 | 19:00 WIB

Banyak Warganya Hepatitis C, Gubernur Laiskodat: Kita akan Produksi Herbal

Banyak Warganya Hepatitis C, Gubernur Laiskodat: Kita akan Produksi Herbal

News | Senin, 21 September 2020 | 16:34 WIB

Hepatitis C dan Diabetes Saling Berkaitan, Apa Pengaruhnya?

Hepatitis C dan Diabetes Saling Berkaitan, Apa Pengaruhnya?

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB