Benarkah Batuk Perokok Bisa Indikasi Kanker Paru-Paru? Ini Jawabannya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:07 WIB
Benarkah Batuk Perokok Bisa Indikasi Kanker Paru-Paru? Ini Jawabannya!
Ilustrasi batuk, perokok. (Shutterstock)

Suara.com - Batuk yang menyebabkan lendir kronis, mengi, dada sesak dan sesak napas adalah gejala penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Tapi, apakah orang yang mengalami gejala tersebut berisiko menderita kanker paru-paru?

Menurut MedicAlert, PPOK termasuk bronkitis kronis (radang saluran udara jangka panjang) dan emfisema (kerusakan kantung udara).

Untuk bronkitis kronis sendiri adalah peradangan dan iritasi pada tabung bronkial. Tabung bronkial adalah saluran udara yang membawa udara ke dan dari kantung udara di paru-paru Anda.

Iritasi pada tabung bisa menyebabkan lendir menumpuk, membuat paru-paru lebih sulit memindahkan oksigen dan karbondioksida keluar dari tubuh.

Sedangkan untuk emfisema, terjadi ketika kantung udara rusak, di mana dinding bagian dalam melemah dan pecah. Kondisi ini mengurangi luas permukaan paru-paru yang menurunkan jumlah oksigen dalam aliran darah.

Ilustrasi virus dan bakteri yang menginfeksi paru-paru. (Shutterstock)
Ilustrasi paru-paru. (Shutterstock)

Selama bernapas, udara akan terperangkap lama dan tidak menyisakan ruang untuk masuknya udara segar yang kaya oksigen.

Perlu diketahui, merokok memang penyebab umum berkembangnya PPOK. Karena itu, seseorang disarankan menghentikan kebiasaan buruk merokok untuk menghindari risiko tersebut.

Apalagi masalah kesehatan ini akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Artinya, kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas fisik akan semakin berat.

Tanda-tanda PPOK lainnya termasuk kelelahan, penurunan berat badan dan pergelangan kaki bengkak.

baca juga

Selain itu, kerusakan permanen pada paru-paru menjadi kondisi yang berkaitan dengan kanker paru-paru. 

Sebuah penelitian dalam jurnal European Respiratory mencatat bahwa deteksi dini PPOK penting untuk mengawasi perkembangan kanker paru-paru.

Menurut penelitian, PPOK adalah faktor risiko yang signifikan terkait kanker paru-paru dan memperburuk kondisi tersebut.

Mereka telah menemukan bahwa 92 persen orang yang menderita kanker paru-paru stadium 1 bertahan hingga 5 tahun sejak didiagnosis.

Tapi, peluang bertahan hidup ini menurun drastis bagi penderita ppok. Hanya 77 persen orang dengan kanker paru-paru stadium 1 bertahan hingga 5 tahun sejak didiagnosis menderita PPOK.

Guna memperlambat perkembangan PPOK itulah seseorang harus berhenti merokok. Karena, batuk perokok bisa menjadi tanda PPOK yang mestinya jangan diabaikan.

Adapun tanda-tanda lain kanker paru-paru adalah batuk berdarah dan sesak napas terus-menerus. Gejala penyakit lainnya termasuk sakit atau nyeri saat bernapas atau batuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Penjualan Rokok ke Anak Banyak Dilakukan Warung Tradisional

Miris, Penjualan Rokok ke Anak Banyak Dilakukan Warung Tradisional

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 17:41 WIB

Sebelum Batuk, Ini 4 Gejala Virus Corona yang Muncul Pertama Kali!

Sebelum Batuk, Ini 4 Gejala Virus Corona yang Muncul Pertama Kali!

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:37 WIB

10 Efek Berbahaya yang Mengancam Perokok Pasif

10 Efek Berbahaya yang Mengancam Perokok Pasif

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:37 WIB

Terkini

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

×