alexametrics

Perhimpunan Dokter Gigi Tolak Permenkes Terawan dan Berita Populer Lainnya

Risna Halidi
Perhimpunan Dokter Gigi Tolak Permenkes Terawan dan Berita Populer Lainnya
Menteri Kesehatan Terawan. (Muchlis Jr, Biro Pers Sekretariat Presiden & Shutterstock)

Simak deretan berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Minggu, 11 Oktober 2020 berikut ini.

Suara.com - Lagi-lagi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 24/2020 yang mengatur tentang Pelayanan Radiologi Klinik ditolak oleh perhimpunan dokter.

Kali ini, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia atau PDGI bersama Majelis Kolegium Dokter Gigi Indonesia dan Ikatan-Ikatan Keahlian Dokter Gigi menyatakan untuk menolak peraturan tersebut dan dianggap telah menimbulkan keresahan di organisasi profesi dokter gigi juga di kalangan dokter lainnya.

Berita mengenai penolakan Permenkes yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut masuk dalam daftar berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Minggu, 11 Oktober 2020 berikut ini.

1. Giliran Perhimpunan Dokter Gigi Tolak Permenkes yang Dibuat Menteri Terawan

Baca Juga: Gegara Wawancara Kursi Kosong Terawan, Najwa Dipolisikan Relawan Jokowi

Tim dokter menggunakan alat perlindungan diri (APD) melakukan pemeriksaan gigi seorang pasien di salah satu klinik di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Tim dokter menggunakan alat perlindungan diri (APD) melakukan pemeriksaan gigi seorang pasien di salah satu klinik di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (22/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia atau PDGI bersama Majelis Kolegium Dokter Gigi Indonesia dan Ikatan-Ikatan Keahlian Dokter Gigi menyatakan untuk menolak Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 24/2020.

Permenkes tersebut mengatur tentang Pelayanan Radiologi Klinik, yang dianggap telah menimbulkan keresahan di organisasi profesi dokter gigi juga di kalangan dokter lainnya.

Baca selengkapnya

2. Bikin Kembung hingga Turunkan Libido, Hindari 7 Makanan ini Sebelum Seks

kedelai, kacang kedelai. (Elements/Envato)
kedelai, kacang kedelai. (Elements/Envato)

Saat sedang berada dalam momen romantis atau berhubungan seks Anda tentu ingin berada dalam kondisi tubuh yang mendukung. Untuk menjaga kondisi tubuh stabil, ternyata makanan tertentu malah bisa saja membuat Anda tak nyaman selama berhubungan seks.

Baca Juga: Organisasi Profesi Dokter Surati Menkes dan Berita Populer Lainnya

Melansir dari Healthsots, ada beberapa makanan yang perlu Anda hindari sebelum melakukan hubungan seks, antara lain:

Baca selengkapnya

3. Kontrol Kadar Gula Darah, Coba Makan Siang Pakai Kudapan Meksiko ini

Ilustrasi Pola Makan untuk mengontrol gula darah (Shutterstock)
Ilustrasi Pola Makan untuk mengontrol gula darah (Shutterstock)

Kontrol gula darah sangat penting untuk mengontrol diabtes tipe 2 dan kesehatan secara keseluruhan. Dalam hal ini, konsumsi makanan tertentu bisa sangat berpengaruh dalam mengontrol atau meningkatkan kadar gula darah.

Melansir dari Express, konsumsi makanan dengan karbohidrat tinggi dapat menyababkan meningkatkanya kadar gula darah. Dengan begitu, para ahli merekomendasikan konsumsi hidangan ala meksiko untuk makan siang yang ramah kadar gula darah.

Baca selengkapnya

4. Benarkah Obat Terapi Kejiwaan Bisa Merusak Ginjal? Pakar Ungkap Fakta

Ilustrasi obat terapi kejiwaan. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi obat terapi kejiwaan. (Foto: shutterstock)

Banyak orang merasa khawatir jika terlalu banyak mengonsumsi obat bisa merusak ginjal, termasuk saat pasien menjalani terapi kejiwaan dengan obat.

Namun faktanya Psikiater dr. Andri, Sp.KJ, FACLP meminta para pasien agar tidak khawatir, karena obat untuk terapi depresi, bipolar hingga skizofrenia cenderung aman untuk ginjal.

Baca selengkapnya

5. Panduan untuk Memeriksa Perkembangan Berat Badan Bayi yang Normal

Ilustrasi berat badan bayi. (Shutterstock)
Ilustrasi berat badan bayi. (Shutterstock)

Perkembangan berat badan bayi kerap menjadi fokus pasangan yang paling utama saat baru menjadi orangtua. Akan tetapi, terus-terusan bertanya pada para dokter tentunya akan sangat merepotkan. Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemantauan harian secara mandiri dengan mengikuti panduan sesuai WHO.

Bagaimana caranya? Simak informasi dari The Asian Parent berikut ini.

Baca selengkapnya

Komentar