Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:29 WIB
Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?
Ilustrasi pasien Covid-19 parah [Shutterstock].

Suara.com - Hasil uji coba ACTT-1, yang bertujuan untuk melihat keefektifan remdesivir sebagai pengobatan Covid-19, akhirnya dipublikasikan.

Sejauh ini, satu-satunya obat yang terbukti mengurangi kematian akibat infeksi virus corona adalah dexamathasone atau deksametason, steroid yang menekan sistem kekebalan melalui efek antiradang.

Dilansir The Conversation, steroid memiliki efek sekunder pada Covid-19, yang artinya tidak langsung melawan virus. Berbeda dengan remdesivir, yang dapat menghambat virus.

Obat, yang dikembangkan oleh Gilead Sciences, telah disetujui untuk digunakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) di bawah aturan "penggunaan darurat " pada 1 Mei.

Gilead Sciences sebelumnya mengklaim bahwa obat ini bermanfaat bagi pasien, tetapi data yang kuat masih kurang, sampai sekarang. Hal ini menjadikan hasil uji coba ACTT-1 yang ditunggu-tunggu menjadi penting.

Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Jadi, apakah semua pasien Covid-19 akan menerima remdesivir?

Penelitian menemukan pasien yang menerima remdesivir dapat membaik dan pulih lebih cepat, cenderung tidak mengembangkan Covid-19 menjadi penyakit parah, bisa pulang dari rumah sakit lebih cepat, dan memiliki tingkat kematian lebih rendah sebesar 11,4 persen.

Berdasarkan temuan positif ini, peneliti menarik kesempulan bahwa semua pasien infeksi virus corona harus menerima obat ini.

Namun, karena biayanya cukup besar, yakni USD 2.340 (sekitar Rp34,5 juta) untuk merawat satu pasien, jadi penggunaan terhadap semua pasien masih perlu dipertimbangkan.

baca juga

Di sisi lain penggunaan obat apa pun juga berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif. Remdesivir pun belum ada cukup lama untuk memiliki rekam jejak dalam keamanannya, dan laporan efek samping pada pasien Covid-19 terus bertambah.

Perlu diingat bahwa ACTT-1 adalah uji coba yang relatif kecil dan pasien yang sakit parah mungkin lebih mendapatkan manfaat remdesivir.

Analisis subkelompok lain menunjukkan pasien Covid-19 yang menerima gabungan obat deksametason dan remdesivir diketahui memiliki hasil yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uni Eropa Tambah 20 Ribu Dosis Remdesivir, Buat Siapa?

Uni Eropa Tambah 20 Ribu Dosis Remdesivir, Buat Siapa?

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 20:01 WIB

Kondisi Terkini Presiden Trump Usai Diberi Obat Remdesivir dan Deksametason

Kondisi Terkini Presiden Trump Usai Diberi Obat Remdesivir dan Deksametason

News | Senin, 05 Oktober 2020 | 11:37 WIB

Favipiravir dan Remdesivir Sudah Bisa Dikonsumsi untuk Terapi Pasien Corona

Favipiravir dan Remdesivir Sudah Bisa Dikonsumsi untuk Terapi Pasien Corona

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×