Uni Eropa Tambah 20 Ribu Dosis Remdesivir, Buat Siapa?

M. Reza Sulaiman

Rabu, 07 Oktober 2020 | 20:01 WIB
Uni Eropa Tambah 20 Ribu Dosis Remdesivir, Buat Siapa?
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Kebutuhan akan obat Covid-19 remdesivir terus meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk di Eropa.

Dilansir ANTARA, Uni Eropa pada Rabu (7/10/2020) mengatakan telah sepakat dengan perusahaan Amerika Serikat Gilead untuk memasok 20.000 lebih dosis tambahan obat Covid-19 Remdesivir buatannya, dalam upaya mengatasi krisis obat di negara Eropa.

Juru bicara eksekutif Uni Eropa (EU) menyebutkan bahwa pada Jumat lalu Brussel bersama Gilead menyepakati pasokan hampir 20.300 dosis tambahan Remdesivir.

Pasokan itu nantinya akan digunakan untuk mengobati sekitar 3.400 pasien Covid-19.

Menurutnya, Uni Eropa telah melakukan pembayaran senilai 7 juta euro (sekitar Rp 121 miliar) untuk pasokan baru tersebut, yang akan menambahkan 30.000 dosis yang dibeli EU pada akhir Juli.

Sebelumnya, Uni Eropa juga tengah mengevaluasi dua calon vaksin Covid-19 dari Pfizer dan BioNTech.

Evaluasi itu dilakukan beberapa hari setelah EU melakukan kegiatan yang sama terhadap calon vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca.

Badan Obat-Obatan Eropa (EMA) pada Selasa mengatakan komite yang mengurusi obat-obatan untuk manusia saat ini memeriksa kiriman data gelombang pertama terkait kemajuan pengembangan calon vaksin COVID-19 Pfizer dan BioNTech.

Kegiatan itu akan terus dilakukan EMA sampai seluruh data terkait tersedia untuk dievaluasi sebelum akhirnya lembaga itu mengumumkan keputusan akhir.

baca juga

Lewat pernyataan bersama, Pfizer dan BioNTech mengatakan proses evaluasi dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari uji laboratorium dan uji klinis terhadap hewan, serta hasil uji klinis tahap awal vaksin ke manusia.

Pihak perusahaan akan terus mengirimkan data yang diperlukan selama proses evaluasi itu berlangsung.

EMA melakukan evaluasi secara bergulir demi mempercepat proses pemeriksaan calon vaksin ketika data hasil penelitian itu diserahkan kepada pihak EU.

Otoritas kesehatan Eropa memutuskan menggunakan metode itu daripada menunggu seluruh data hasil penelitian dan uji klinis calon vaksin tersedia secara utuh.

Lembaga kesehatan EU minggu lalu juga memulai evaluasi calon vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca dan Oxford University, yang dikenal dengan sebutan AZD1222 atau ChAdOx1 nCoV-19.

Evaluasi itu menguatkan kemungkinan calon vaksin asal Inggris itu menjadi anti virus pertama yang disetujui di Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26 WIB

90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda

90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:55 WIB

Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau

Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:28 WIB

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:42 WIB

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:09 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen

Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen

DPR | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:06 WIB

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 21:03 WIB

Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata

Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

×