Cacat Jantung Bawaan Ternyata Tidak Memengaruhi Keparahan Covid-19!

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 18 Oktober 2020 | 12:31 WIB
Cacat Jantung Bawaan Ternyata Tidak Memengaruhi Keparahan Covid-19!
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Suara.com - Ilmuwan, melalui studi mereka, mengatakan penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi, dan masalah ginjal, dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien Covid-19.

Tapi sebuah penelitian terbaru justru membuat kebingungan. Sebab, kondisi yang sudah ada sejak lahir yaitu cacat jantung bawaan justru berisiko lebih rendah membuat pasien Covid-19 mengembangkan gejala sedang atau parah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 7.000 pasien virus corona dari Maret hingga Juni menunjukkan sebagian besar penderita cacat jantung bawaan (80 persen) mengalami gejala ringan.

Sedangkan mereka yang mengalami gejala sedang hingga berat hanya 9 persen, dan tiga persen diketahui meninggal, lapor The Health Site.

Peneliti dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons di New York menemukan hanya sedikit penderita cacat jantung bawaan yang perlu dirawat inap di rumah sakit. Hasil pasien pun relatif baik.

Penampakan studi virus corona memengaruhi sel otot jantung (gladstone.org/Gladstone Institute)
Penampakan studi virus corona memengaruhi sel otot jantung (gladstone.org/Gladstone Institute)

Hanya 53 pasien cacat jantung bawaan (43 dewasa dan 10 anak-anak) yang memeriksakan dirinya ke dokter dengan gejala infeksi virus corona.

Penelitian yang terbit dalam jurnal JAHA ini membuktikan bahwa cacat jantung bawaan tidak memengaruhi tingkat keparahan gejala.

Menurut mereka, penyakit jantung bawaan saja tidak cukup untuk meningkatkan risiko gejala Covid-19 parah, meski sampel yang diambil kecil.

Tapi, ilmuwan lain masih sangsi dengan hasil ini. Mereka berhipotesis bahwa pasien dalam studi ini mungkin sangat mengikuti protokol kesehatan diabndingkan populasi umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Memperparah Sakit Jantung Tanpa Menginfeksi, Kok Bisa?

Covid-19 Memperparah Sakit Jantung Tanpa Menginfeksi, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 18:01 WIB

Akses Penyakit Jantung Sulit saat Pandemi Covid-19, Ini yang Dilakukan RS

Akses Penyakit Jantung Sulit saat Pandemi Covid-19, Ini yang Dilakukan RS

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:49 WIB

Jangan Abaikan Perubahan Warna Lidah, Bisa Jadi Itu Tanda Serangan Jantung!

Jangan Abaikan Perubahan Warna Lidah, Bisa Jadi Itu Tanda Serangan Jantung!

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB