Deteksi Kanker Hati Sejak Dini dengan Pemantauan Rutin Hepatitis

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 17:16 WIB
Deteksi Kanker Hati Sejak Dini dengan Pemantauan Rutin Hepatitis
Ilustrasi deteksi kanker hati. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam laporan Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence (GLOBOCAN) 2018, dipaparkan bahwa di Indonesia, kanker hati secara keseluruhan memiliki angka insidensi sebesar 18.468 kasus. Kanker hati juga merupakan penyebab kematian karena kanker peringkat ke-empat dengan angka prevalensi 5 tahun yang rendah sebesar 14.383 kasus.

Hepatoselular karsinoma merupakan salah satu tipe kanker hati primer yang paling umum dengan perburukan penyakit yang sangat buruk serta tingkat kematian yang tinggi.

Pada penelitian yang dilakukan secara retrospektif antara Januari 2015 hingga November 2017 di 2 rumah sakit yang memberikan pelayanan onkologi di Jakarta, tercatat 282 pasien terdiagnosis hepatoselular karsinoma dimana 23,4% pasien meninggal dalam rentang waktu 6 bulan.

Di Indonesia, pasien dengan riwayat infeksi hepatitis memiliki risiko tinggi terhadap kanker hati. Dalam sesi IG Live yang diadakan Cancer Information Support Center (CISC), Sabtu (17/10/2020), dalam rangka peringatan Bulan Peduli Kanker Hati di bulan Oktober, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM menekankan pentingnya bagi pasien hepatitis untuk melakukan pemeriksaan secara rutin untuk dapat mendeteksi risiko kanker hati sejak stadium dini.

“Pasien dengan riwayat hepatitis B dan C memiliki risiko kanker hati lebih tinggi. Dari 100 pasien kanker hati, 60 di antaranya akibat infeksi virus hepatitis, dan 40 karena fatty liver dan penyebab lain. Sementara itu, dari 60 pasien kanker hati yang disebabkan infeksi virus hepatitis, mayoritas atau sekitar 60-70% hepatitis B dan sisanya sekitar 30-40% hepatitis C," kara dr. Irsan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien hepatitis, khususnya hepatitis B dan C, untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk dapat memantau perkembangan penyakit hepatitisnya dan mendeteksi risiko kanker hati sejak dini.

Penanganan kanker hati yang dilakukan dengan optimal sejak stadium dini dapat meningkatkan harapan hidup secara bermakna. Selain itu, kini telah tersedia berbagai pilihan terapi termasuk terapi target dan imunoterapi telah berkembang di dunia dan beberapa di antaranya telah tersedia di Indonesia.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dalam sesi tersebut, memaparkan pengalaman perjalanan penyakit kanker hati yang dialaminya. Dikatakan bahwa dirinya  kanker hati yang diidapnya terlambat dideteksi dari infeksi hepatitis B yang dialaminya. Itu sebabnya, ia pun menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi hepatitis B agar tidak terlambat diobati dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi risiko kanker hati.

"Pengalaman saya mengajarkan bahwa pemeriksaan kesehatan yang rutin di awal untuk mengetahui hepatitis B dan risiko kanker hati sangat penting, agar tidak terlambat dideteksi dan diobati. Karena terlambat diobati, saya bertahun-tahun berjuang mengalahkan kanker hati sehingga pada akhirnya saya terpaksa untuk melakukan transplantasi hati. Oleh karena itu, saya mengimbau, selain kita harus menjaga pola hidup sehat, sangat penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui risiko-risiko kesehatan kita agar dapat ditangani sejak awal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Kopi Setiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Hati

Konsumsi Kopi Setiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Hati

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:13 WIB

Pasien Hepatitis B dan C Disarankan Rutin Jalani Pemeriksaan Kanker Hati

Pasien Hepatitis B dan C Disarankan Rutin Jalani Pemeriksaan Kanker Hati

Health | Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:08 WIB

Bersifat Akut, Ahli: Jangan Anggap Sepele Hepatitis A

Bersifat Akut, Ahli: Jangan Anggap Sepele Hepatitis A

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:11 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB