Pasien Hepatitis B dan C Disarankan Rutin Jalani Pemeriksaan Kanker Hati

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:08 WIB
Pasien Hepatitis B dan C Disarankan Rutin Jalani Pemeriksaan Kanker Hati
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis. (shutterstock)

Suara.com - Dari berbagai jenis, kanker hati termasuk kategori penyebab kematian akibat kanker tertinggi keempat di Indonesia. Menurut data GLOBOCAN 2018 angka kematian atau fatality rate kanker hati setinggi 8,8 persen dengan jumlah kasus sebanyak 18.468 orang.

Mirisnya pasien dengan riwayat infeksi hepatitis memiliki risiko tertinggi terserang kanker hati. Itulah mengapa pentingnya pasien hepatitis melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker hati, sehingga bisa ditemukan saat stadium masih dini.

“Pasien dengan riwayat hepatitis B dan C memiliki risiko kanker hati lebih tinggi. Dari 100 pasien kanker hati, 60 di antaranya akibat infeksi virus hepatitis, dan 40 karena fatty liver dan penyebab lain," ujar Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM dalam diskusi IG Live CISC, Sabtu (17/10/2020).

Mengingat 60 persen kanker hati disebabkan infeksi virus hepatitis, dan paling banyak atau sekitar 60 persen hingga 70 persen disebabkan hepatitis B. Sisanya 30 persen hingga 40 persen disebabkan virus hepatitis C.

Ilustrasi penyakit hati / penyakit liver. (shutterstock)
Ilustrasi penyakit hati / penyakit liver. (shutterstock)

"Khususnya pasien hepatitis B dan C, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk dapat memantau perkembangan penyakit hepatitisnya dan mendeteksi risiko kanker hati sejak dini," terang Dr. Irsan.

Semakin dini kanker hati ditemukan, maka secara optimal hasil pengobatan bisa lebih baik dan meningkatkan harapan hidup penderita kanker hati.

"Selain itu, berbagai pilihan terapi termasuk terapi target dan imunoterapi telah berkembang di dunia dan beberapa di antaranya telah tersedia di Indonesia," tutupnya.

Sekedar informasi, hepatoselular karsinoma, jadi salah satu tipe kanker hati yang paling umum terjadi,dengan risiko perburukan  dan penyebab kematian tertinggi.

Pada penelitian yang dilakukan secara retrospektif antara Januari 2015 hingga November 2017 di dua rumah sakit yang memberikan pelayanan onkologi di Jakarta tercatat 282 pasien terdiagnosis hepatoselular karsinoma, dimana 23,4 persen pasien meninggal dalam rentang waktu 6 bulan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersifat Akut, Ahli: Jangan Anggap Sepele Hepatitis A

Bersifat Akut, Ahli: Jangan Anggap Sepele Hepatitis A

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:11 WIB

3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C Mendapat Hadiah Nobel Kedokteran

3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C Mendapat Hadiah Nobel Kedokteran

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:32 WIB

Tiga Penemu Virus Hepatitis C Raih Nobel Kedokteran Tahun 2020

Tiga Penemu Virus Hepatitis C Raih Nobel Kedokteran Tahun 2020

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 20:01 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB