Capai Herd Immunity, Haruskah Seluruh Masyrakat RI Divaksin Corona?

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Senin, 19 Oktober 2020 | 18:45 WIB
Capai Herd Immunity, Haruskah Seluruh Masyrakat RI Divaksin Corona?
Ilustrasi vaksin virus corona. [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Suara.com - Menciptakan herd immunity menjadi salah satu cara untuk bisa menghentikan pandemi virus corona. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Achmad Yurianto memastikan pihaknya membutuhkan banyak dosis vaksin untuk herd immunity masyarakat.

“Pemerintah tengah berupaya terus mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan yang terbaik untuk masyarakat, salah satunya pemberian vaksin,” ujar Yuri dalam keterangannya secara virtual, Senin (19/10/2020).   

Namun, kata dia untuk mencapai herd immunity tidak harus 100 persen masyarakat disuntik vaksin. Lantaran cukup di kisaran 70 persen sudah pasti bisa menekan penyebaran Virus Covid-19.

“Dasar ini yang kita pakai ada sekitar 160 juta orang. Apabila kemudian menggunakan sinovac yang harus dua kali suntik, artinya 2 x 160 juta orang maka pemerintah membutuhkan 320 juta dosis,” jelasnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pearson0612/Pixabay]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pearson0612/Pixabay]

Sementara, dalam pencarian vaksin ini, menurut Yuri bahwa pihaknya bersama seluruh sektor yang terlibat dalam penanganan Covid-19, termasuk Majelis Ulama Indonesia, dan BPOM  sudah bertemu dengan produsen vaksin yang sudah selesai uji klinis fase 3.

Pertama vaksin sinovac. Perusahaan ini sudah selesai uji klinis fase 3 di beberapa tempat, yakni di Brasil, dan China. Dari karakteristik vaksin dilakukan pada 1 orang disuntik 2 kali vaksin dasar dan 14 hari kemudian diberikan booster. 

“Sinovac sudah memberikan komitmen untuk memberikan kepada Indonesia untuk membeli vaksin yang sudah jadi sebanyak 2 kali pengiriman. Rencana awal di November sebanyak 1,5 juta vaksin. Kemudian di Desember 1,5 juta vaksin,” bebernya.

Kedua, Sinopharm, yang juga sudah menyelesaikan uji klinis fase 3 di beberapa tempat, termasuk di Uni Emirat Arab dan Turki, di samping di China sendiri. Vaksin tersebut digunakan oleh tenaga kesehatan di China dan sudah keluar izin Emergency Use Authorization (EUA) dari otoritas kesehatan China.

Sinopharm juga harus disuntikkan dua kali kepada satu orang. Untuk komitmennya, Sinopharm pada Desember akan mengirimkan 15 juta dosis, sehingga jika disuntikkan dua kali bisa digunakan oleh 7,5 juta orang.

Kemudian, dari Cansino juga sudah selesai uji klinis fase 3 di China. Sementara di Kanada, Arab Saudi, dan beberapa negara lain vaksin tersebut juga sudah mendapatkan EUA dan sudah digunakan untuk tentara China.

Cansino sendiri mengeluarkan vaksin satu dosis, yang hanya sekali suntik terhadap satu orang, karena platformnya berbeda. “Kalau Sinopharm dan Sinovac menggunakan virus yang tidak diaktifkan, sedangkan Cansino adalah format yang lain sehingga bisa single dose,” ucap dia.

Sementara dalam komitmennya, Cansino menyanggupi 100.000 dosis. Sehingga pada November dan Desember pemerintah sudah mendapatkan kepastian akan memberikan vaksinasi kepada  9,1 juta orang secara gratis yang menggunakan dana APBN

Pemberian vaksin itu terkhusus untuk tenaga medis lebih dulu. Kemudian, dilanjutkan kelompok pegawai pelayanan publik seperti Satpol PP, Polri, TNI. Serta, pelayanan publik lain misalnya pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa bandara, stasiun, dan pelabuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Ngeri... Penilaian WHO soal Lockdown Dikaitkan pada Herd Immunity

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Herd Immunity, Muhadjir: 70 Persen Penduduk Bakal Diberi Vaksin Corona

Herd Immunity, Muhadjir: 70 Persen Penduduk Bakal Diberi Vaksin Corona

News | Senin, 28 September 2020 | 16:22 WIB

Sisi Lain Herd Immunity, Ahli: akan Ada Banyak Orang yang Meninggal!

Sisi Lain Herd Immunity, Ahli: akan Ada Banyak Orang yang Meninggal!

Health | Selasa, 01 September 2020 | 13:28 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB