Tak Isolasi Usai dari Luar Negeri, Pria Ini Menularkan Covid-19 ke 56 Orang

Yasinta Rahmawati

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:35 WIB
Tak Isolasi Usai dari Luar Negeri, Pria Ini Menularkan Covid-19 ke 56 Orang
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Suara.com - Orang yang memiliki gejala Covid-19 maupun tidak, diimbau untuk melakukan isolasi diri dahulu agar memutus rantai penyebaran virus yang begitu mudah menyebar luas. Contoh nyata bagaimana Covid-19 dapat dengan mudah menyebar di masyarakat terjadi di Irlandia.

Dilansir dari Irish Times, seorang pria yang terinfeksi Covid-19 tidak melakukan isolasi diri setelah kembali ke Irlandia usai perjalanan ke luar negeri.

Dalam laporan yang diterbikan oleh Departemen Kesehatan Masyarakat, Mid West, menyebut pria itu menularkan Covid-19 ke 56 orang, memengaruhi hingga 10 rumah tangga pribadi dan satu tim olahraga.

Pria tersebut dilaporkan tidak membatasi pergerakan atau isolasi mandiri sesuai pedoman. Awalnya ia memiliki gejala ringan termasuk pilek dan sakit tenggorokan, sementara suhu tubuhnya normal.

"Dia bersosialisasi dengan sekelompok teman dan dia kemudian dinyatakan positif Covid-19. Namun, pada tahap ini dia telah menginfeksi sejumlah temannya, tiga dari teman-teman ini kemudian menulari keluarga mereka," ujar laporan tersebut.

Teman lain yang terinfeksi merasa tidak enak badan dan menghubungi dokter umum untuk mengatur tes Covid-19. Dia menjalani tes di pagi hari tetapi pada sore hari dia merasa sedikit lebih baik dan memutuskan untuk pergi ke pesta teman.

Tes Covid-19 lewat napas. (Dok. Element/Envato)
Tes Covid-19 lewat napas. (Dok. Element/Envato)

Setelah pesta, dia mendapat kabar bahwa hasil tes Covid-19 ternyata positif. Namun dia sudah menginfeksi sejumlah orang saat mengikuti pesta.

Pria yang baru pulang dari luar negeri dan menjadi sumber penularan, yang disebut sebagai pasien indeks, memiliki keluarga dekat yang mengunjungi rumah satu sama lain secara teratur. Hal ini menyebabkan beberapa anggota keluarga besar juga tertular Covid-19.

"Salah satu anggota keluarga besarnya yang tidak memiliki gejala memainkan pertandingan dengan tim lokalnya, sebagai akibatnya sejumlah rekan satu timnya terinfeksi," tulis laporan tersebut.

Anggota tim pun kemudian jadi menginfeksi "sejumlah orang" lain. Ini menyebabkan lonjakan kasus di wilayah tersebut.

Ada 1.894 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di wilayah tersebut hingga tengah malam 19 September, di mana 293 di antaranya telah dirawat di rumah sakit dan satu dari lima adalah petugas kesehatan. Angka itu melonjak lebih dari 1.100 dalam empat minggu terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Daftar Online Vaksin Corona Puskesmas Cisauk, Begini Klarifikasinya

Viral Daftar Online Vaksin Corona Puskesmas Cisauk, Begini Klarifikasinya

Banten | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:30 WIB

Cek di Sini! Perjalanan Kereta Api yang Tidak Memerlukan Rapid Test

Cek di Sini! Perjalanan Kereta Api yang Tidak Memerlukan Rapid Test

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:20 WIB

Satu Tahun Jokowi, PKS: Penanganan Covid-19 Sistematis atau Pencitraan?

Satu Tahun Jokowi, PKS: Penanganan Covid-19 Sistematis atau Pencitraan?

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:03 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB