Tak Ada Gejala Spesifik, Penderita Osteoporosis Rentan Alami Patah Tulang

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 19:09 WIB
Tak Ada Gejala Spesifik, Penderita Osteoporosis Rentan Alami Patah Tulang
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit osteoporosis dapat mengakibatkan penderitanya rentan mengalami patah tulang. Hal itu terjadi lantaran adanya kondisi di mana tulang menjadi lemah dan rapuh. 

Hal ini dibenarkan juga oleh Seksi Hubungan Luar Negeri PB. PEROSI, DR. dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR, FINASIM saat menjadi pembicara dalam acara Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’ secara virtual, Selasa (20/10/2020).

"Osteoporosis ini adalah suatu kondisi tulang kita mengalami penurunan kepadatan, dan mengakibatkan kerentanan mengalami patah tulang pada beberapa kondisi misalnya benturan ringan, terpeleset dan terjatuh," ujar dia.

Lebih lanjut menurutnya, osteoporosis bisa dikatakan penyakit tak terdeteksi karena tidak memiliki gejala spesifik. Namun, beberapa ciri-cirinya adalah membuat penderita mengalami bungkuk di bagian tubuh.

"Jadi tidak bisa dikatakan osteoporosis itu penyakit ringan dan diabaikan, perlu kita melakukan pencegahan. Karena ketika sudah tervonis pengobatannya akan memakan biaya sangat besar dan menimbulkan resiko yang menyakitkan," kata dia.

Dia juga menjelaskan bagian tulang pada tubuh pengidap osteoporosis yang rentan akan patah terdapat di tulang belakang, kemudian tulang panggul, dan yang terakhir adalah pergelangan tangan.

Puncak masa tulang umumnya terjadi di usia 20-30 tahun. Setelah itu, tulang akan mengalami penurunan kepadatan.

Itulah sebabnya, dia  meminta agar setiap masyarakat memeriksakan keadaan tulang sedini mungkin lewat alat Bone Mass Densitometer (BMD) setahun sekali. Namun sayangnya, biaya pemeriksaan ini masih mahal dan tak semua rumah sakit memiliki alat tersebut.

"Untuk pemeriksaan osteoporosis menggunakan BMD. Dan alat ini aman digunakan saat pemeriksaan secara pengulangan. Kami juga tidak menganjurkan untuk seorang pasien mengalami osteoporosis melakukan pengobatan alternatif seperti diurut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Diidap Usia Muda, Ini Dua Faktor Risiko Osteoporosis

Dapat Diidap Usia Muda, Ini Dua Faktor Risiko Osteoporosis

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:27 WIB

Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis

Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:33 WIB

Hari Osteoporosis Sedunia, Ketahui Cara Mencegah Penyakit Tulang Ini!

Hari Osteoporosis Sedunia, Ketahui Cara Mencegah Penyakit Tulang Ini!

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:24 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB