Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:33 WIB
Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Meminum kopi, mengonsumsi rokok serta alkohol ternyata bisa menyebabkan seseorang mengalami masalah tulang keropos atau osteoporosis

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PB Perosi), Dr dr Fiastuti Witjaksono, MKM MS, SpGK (K) pada Selasa (20/10/2020).

Kata Fiastuti -- konsumsi kopi, alkohol, asupan garam berlebih dan kebiasaan merokok (bahkan perokok pasif) dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoporosis menjadi lebih tinggi.

"Asupan rokok ini misalnya karena di dalamnya terdapat zat nikotin yang berbahaya dan mengakibatkan bisa  mempercepat proses penghancuran sel tulang pada pengguna," ujar Fiastuti dalam pernyataannya secara virtual.

Selain itu, nikotin juga dapat membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang. Akibatnya, kemampuan susunan sel tulang berkurang karena tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.

"Kemudian alkohol ini juga bersifat toksik (beracun), sehingga menghambat proses pembentukan massa tulang manusia," tegasnya.

Sementara itu, kata dia, pengurangan kepadatan massa tulang manusia biasanya terjadi di usia 30 tahun ke atas, yang juga menyebabkan berkurangnya kualitas hormon testosteron. Itulah sebabnya, sangat disarankan untuk melakukan gaya hidup sehat sejak dini.

Masyarakat juga diminta memaksimalkan penyerapan kalsium, yakni mengonsumsi vitamin D atau berjemur sekitar setengah jam di pagi hari, antara pukul 07.00 sampai 10.00 pagi.

"Kita sebenarnya sangat beruntung tinggal di negara tropis yang pantas menjadi lokasi terbaik menjemur. Dan ini disarankan untuk selalu dikerjakan rutin menjemur, apabila tidak bisa coba mungkin melakukannya seminggu tiga kali," katanya.

Baca Juga: Hari Osteoporosis Sedunia, Yuk Kenali 5 Faktor Risikonya!

Osteoporosis sendiri biasanya tak pernah menampakkan gejala. Pengeroposan yang biasa menyerang tulang ekor, tulang punggung dan pangkal paha ini sering diketahui ketika seseorang sudah mengalami patah tulang.

Itulah sebabnya, Fiastuti meminta agar setiap masyarakat memeriksakan keadaan tulangnya sedini mungkin lewat alat bone mass densitometer setidaknya setahun sekali.  Namun sayangnya, biaya pemeriksaan ini masih mahal dan tak semua rumah sakit memiliki alat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI