Pasien Covid-19 Wisma Atlet Ungkap Obat yang Diterima, Apa saja?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:25 WIB
Pasien Covid-19 Wisma Atlet Ungkap Obat yang Diterima, Apa saja?
Avigan dan Klorokuin disebut efektif mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga saat ini peneliti masih terus berupaya untuk mencari obat yang efektif untuk menghentikan pandemi Covid-19. Tapi tentu banyak orang bertanya-tanya, meski belum ada obatnya, lantas apa yang diberikan kepada pasien agar kesehatannya tetap terjaga dan bisa tetap sembuh?

Dalam diskusi online Vox Shout - I Will Survive, Kisah Positif dari Wisma Atlet, Hilda Susanti yang merupakan salah seorang penyintas Covid-19 menceritakan pengalamannya serta obat yang diberikan selama ia dirawat di sana.

"Waktu pertama klorokuin selama seminggu dan setiap hari ada vitamin dan obat mual, karena gejala saya tidak ada batuk pilek sesak napas engga cuma mual dan pusing,"ujar Hilda, Rabu, (21/10/2020).

Namun, klorokuin yang diberikan padanya sempat memberikan efek samping Hilda mengeluhkan bahwa ia mengalami mual setelah mengonsumsi obat tersebut. Sehingga ia sempat diberikan obat antimual untuk mengatasi efek samping.

Avigan (Favipiravir) obat influenza yang disebut efektif untuk mengobat pasien terinfeksi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Avigan (Favipiravir) obat influenza yang disebut efektif untuk mengobat pasien terinfeksi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Hari ke kelima, sampai ketujuh drop ga bisa nahan mual ga bisa makan apa - apa, jadi saya cairan cairan aja biar bisa masuk sari kurma saya minum, dan terasa mulut asam, dan serasa tenggorokan kecil ga bisa menerima yg kasar," ujar Hilda.

Untuk tetap memberikan asupan bagi tubuhnya ia akhirnya tetap mengonsumsi cairan seperti sari kurma dan juga susu. Kemudian, ia dipindah ke lantai 21 dan diberikan obat berbeda.

Dalam perawatan itu ia diberikan Avigan. Namun, sebelum mengonsumsinya ia diminta untuk menandatangani surat pernyataan.

"Ini efeknya sama, ini efeknya untuk menyusui dan hamil tidak diperbolehkan, karena saya merasa trauma saya ketakutan ketika mual ada suami, nanti saya sama siapa," kata dia. 

Dalam situasi itu kondisi mentalnya sempat jatuh. Namun, berkat semangat dan perawatan yang dijalankan olehnya, kini Hilda bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga. 

Baca Juga: Lagi, Anak Muda Dituding Jadi Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI