BPOM AS Setuju Remdesivir Jadi Obat Covid-19, Ahli: Tapi Bukan Obat Ajaib!

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:19 WIB
BPOM AS Setuju Remdesivir Jadi Obat Covid-19, Ahli: Tapi Bukan Obat Ajaib!
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah sepenuhnya menyetujui remdesivir sebagai obat Covid-19, setelah selama ini hanya dijadikan obat dalam kondisi darurat.

Remdesivir disetujui sebagai obat pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan batas usia 12 tahun ke atas dan dengan berat minimal 40 kilogram.

"Pasien rawat inap yang beratnya sekitar (3,5 hingga 40 kilogram) atau yang berusia di bawah 12 tahun masih dapat menerima remdesivir di bawah otorisasi penggunaan darurat, atas kebijaksanaan dokter mereka," jelas Komisaris FDA Dr. Stephen Hahn.

Dilansir Live Science, persetujuan ini didukung oleh data dari berbarapa uji klinis yang telah dinilai secara ketat oleh FDA.

Meski remsesivir di setujui FDA di AS, obat ini bukanlah pengobatan yang sangat efektif, kata Megan Ranney, profesor kedokteran darurat dan kesehatan masyarakat di Brown University di Rhode Island.

Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

"Ini sama sekali bukan obat ajaib. Kami memberikannya kepada pasien Covid karena kami tidak memiliki obat yang lebih baik. yang membuat frustasi," sambungnya.

Hal ini juga disampaikan oleh mantan komisaris asosiasi dengan FDA Peter Lurie, bahwa remdesivir bukanlah bukan terobosna besar.

"Ini adalah obat yang tampak meyakinkan bermanfaat bagi pasien, tetapi ini bukan semacam obat ajaib," ujar Lurie.

Dalam uji coba yang dilihat FDA, remdesivir mengurangi gejala pasien lebih cepat daripada perawatan standar dan secara signifikan mempersingkat masa rawat inap apsien di rumah sakit.

baca juga

Bertentangan dengan hasil itu, uji coba yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan remdesivir tidak secara sginifikan mengurangi waktu rawat inap pasien dan risiko Covid-19 parah. Dan lagi, obat ini tidak meningkatkan kesempatan pasien untuk bertahan hidup.

Tetapi uji coba WHO belum ditinjau oleh rekan sejawat, dan telah menarik beberapa kritik dari para peneliti sejak dipublikasikan secara daring.

Selain itu, Gilead Sciences, perusahaan yang memproduksi remdesivir, berpendapat bahwa studi WHO mungkin agak bias karena dokter dan pasien mengetahui obat mana yang sedang digunakan.

Entah membantu atau tidak, banyak permintaan remsedivir yang melonjak di seluruh dunia, membuat pasokan semakin berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19

Dipertanyakan Kemanjurannya, Remdesivir Tetap Digunakan untuk Covid-19

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Remdesivir dan Hidroksiklorokuin Tak Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19

Remdesivir dan Hidroksiklorokuin Tak Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?

Studi tentang Remdesivir Jadi Obat Covid-19 Akhirnya Terbit, Apa Hasilnya?

Health | Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:29 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×