Studi: Pasien Pria Tua Covid-19 yang Dirawat di RS Bangun Antibodi Terbaik

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 26 Oktober 2020 | 15:45 WIB
Studi: Pasien Pria Tua Covid-19 yang Dirawat di RS Bangun Antibodi Terbaik
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien pulih Covid-19 laki-laki yang dirawat di rumah sakit dengan usia tua disebut memiliki plasma antibodi yang terbaik dari jenis pasien lainnya. Hal ini dinyatakan dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation.

Melansir dari Medical News Today, studi baru ini menemukan bahwa jumlah plasma antibodi anti-SARS-CoV-2 lebih tinggi pada pasien pria yang lebih tua dan membutuhkan rawat inap. Plasma ini yang merupakan komponen darah di mana dapat membantu mengobati Covid-19 pada pasien yang belum sembuh.

Pada studi ini para peneliti melakukan penelitian untuk menentukan bagaimaan usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan penyakit terhadap ukuran dan kualitas respons antibodi seseorang terhadap SARS-CoV-2.

Penelitian tersebut melibatkan 126 orang dewasa yang telah pulih dari infeksi Covid-19. Para peneliti mengambil darah dari para peserta dan membandingkannya dengan informasi mengenai usia, jenis kelamin, dan keparahan.

Para ilmuwan menganalisis kemampuan plasma untuk menetralkan sel SARS-CoV-2 dalam kultur sel. Mereka juga menggunakan tes yang tersedia secara komersial untuk menentukan tingkat antibodi.

Mereka menemukan bahwa respons antibodi yang kuat dikaitkan dengan rawat inap akibat keparahan Covid-19, jenis kelamin pria, dan usia yang lebih tua. 

Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

"Kami mengusulkan bahwa jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan penyakit harus digunakan untuk memandu pemilihan donor untuk studi transfer plasma pemulihan," kata Profesor Sabra Klein, penulis utama penelitian dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi Molekuler Sekolah Johns Hopkins Bloomberg.

Para peneliti juga mencatat bahwa temuan mereka masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuta Dihantam Corona, Dulu Hampir Seribu Kini Hanya Puluhan Porsi

Kuta Dihantam Corona, Dulu Hampir Seribu Kini Hanya Puluhan Porsi

Bali | Senin, 26 Oktober 2020 | 13:36 WIB

Pandemi Covid-19, Peredaran Narkoba di Sulawesi Selatan Jalan Terus

Pandemi Covid-19, Peredaran Narkoba di Sulawesi Selatan Jalan Terus

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2020 | 13:20 WIB

Disiplin Warga dan Pengawasan Kurang, Bikin Covid-19 Kian Ancam Riau?

Disiplin Warga dan Pengawasan Kurang, Bikin Covid-19 Kian Ancam Riau?

Riau | Senin, 26 Oktober 2020 | 13:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB