Pakai Bedak Talek di Organ Intim Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:35 WIB
Pakai Bedak Talek di Organ Intim Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?
Ilustrasi bedak tabur. (Sumber : Shutterstock)

Suara.com - Kabar mengenai bedak talk yang meningkatkan risiko kanker ovarium sempat ramai diberitakan. Tuntutan hukum yang menghubungkan bedak talk dengan kanker ovarium juga sempat mencuat.

Tetapi meski sebuah laporan yang diterbitkan pada Januari 2020 di Journal of American Medical Association menemukan insiden kanker ovarium yang sedikit lebih besar pada perempuan yang pernah menggunakan bedak talk di masa lalu, Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan dan NCI menyimpulkan kaitan tersebut tidak signifikan secara statistik.

Laporan tersebut didasarkan pada empat studi yang mengamati total lebih dari 250.000 perempuan. Demikian seperti dilansir dair Everyday Health.

"Di antara persen dari empat kelompok prospektif, tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan bedak di area genital dan kanker ovarium," kata laporan itu, tetapi menambahkan bahwa temuan itu tidak mengesampingkan "sedikit peningkatan risiko" dari penggunaan bedak talek.

Ilustrasi kanker ovarium. (Shutterstock)

Terlepas dari hal itu, sekitar 80 persen kanker ovarium ditemukan pada tahap akhir, menurut ACS, yang cenderung memiliki hasil yang lebih buruk.

Hal itu dapat membuat perempuantakut untuk tidak menemui dokter mereka, karena takut akan diagnosis.

Tetapi kanker ovarium dapat disembuhkan, terutama jika terdeteksi sejak dini. "Tahap awal sebenarnya memiliki prognosis yang baik," kata Jolyn Taylor, MD, asisten profesor di departemen onkologi ginekologi dan kedokteran reproduksi di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston.

Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 94 persen, menurut ACS.

Bahkan kanker ovarium stadium akhir tertentu dapat memberikan hasil pengobatan yang baik, tergantung pada berbagai faktor.

Terapi bertarget baru membantu perempuan dengan kanker ovarium stadium akhir hidup lebih lama, dan pasien yang tidak merespons salah satu terapi mungkin berhasil dengan terapi lain.

"Ada peluang bertahan untuk tahap 3 hingga 4," tambah Taylor. Menurut NCI, ketika semua tahapan dikelompokkan bersama, hampir 50 persen wanita yang didiagnosis dengan kanker ovarium masih hidup setelah lima tahun.

Karena deteksi dini memainkan peran kunci dalam kelangsungan hidup, saran terpenting, kata Taylor, adalah “memberdayakan perempuan untuk mengetahui bahwa jika Anda merasa ada yang salah, percayalah pada diri sendiri. Tanyakan kepada dokter Anda tentang itu. "

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Feby Febiola Idap Kanker Ovarium Stadium IC, Apa Pilihan Pengobatannya?

Feby Febiola Idap Kanker Ovarium Stadium IC, Apa Pilihan Pengobatannya?

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 20:07 WIB

Feby Febiola Idap Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada Gejala Ini

Feby Febiola Idap Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada Gejala Ini

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 17:38 WIB

Idap Kanker Ovarium, Feby Febiola Minta Doa Jalani Kemoterapi Terakhir

Idap Kanker Ovarium, Feby Febiola Minta Doa Jalani Kemoterapi Terakhir

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2020 | 16:23 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB