Penularan Virus Corona Bisa Lewat Mata, Begini Gejalanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:18 WIB
Penularan Virus Corona Bisa Lewat Mata, Begini Gejalanya!
Ilustrasi mata. (Pixabay)

Suara.com - Virus corona Covid-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Tapi, banyak pula pasien virus corona yang mengalami masalah pada matanya.

Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa ada kemungkinan virus corona menyebar melalui mata. Dalam sebuah penelitian di Wiley Online Library, hubungan virus corona dan konjungtivitis juga diselidiki lebih lanjut.

"Saluran pernapasan mungkin bukan satu-satunya jalur penularan infeksi virus corona ini. Beberapa penulis berhipotesis bahwa tetesan virus corona atau tangan yang terinfeksi juga bisa mengontaminasi konjungtiva," jelas studi tersebut dikutip dari Express.

Kondisi itulah yang bisa menjadi awal penyebaran infeksi virus corona Covid-19. Konjungtivis juga disebut mata merah mudah, yakn i penyakit yang sering terjadi dan biasa disebabkan oleh bakteri atau virus.

"Kondisi ini sebelumnya telah dikaitkan dengan infeksi virus corona pada manusia dan hewan. Studi terbaru juga menunjukkan bahwa konjungtivitis bisa menjadi manifestasi dari virus corona Covid-19," jelasnya.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Karena mata dianggap berpotensi menjadi pintu masuk virus corona, para ahli sangat tertarik menganalisis hubungan antara konjungtivitis dan tingkat keparahan virus corona.

Kesimpulannya, hasil meta-analisis ini menujukkan bahwa konjungtivitis mungkin termasuk tanda infeksi virus corona Covid-19 terkait dengan bentuk penyakit yang lebih parah.

Studi ini juga menyarankan semua orang untuk menggunakan alat pelindung mata, karena semua orang memiliki potensi terpapar virus yang sama.

Adapun gejala khas konjungtivitis, meliputi mata merah, perasaan terbakar, kotoran dari satu atau kedua mata, rasa gatal dan kemerahan hingga nanah di bulu mata.

Tapi, apakah virus corona Covid-19 bisa menyebar melalui mata?

Konjungtiva adalah selaput lendir yang menutupi permukaan mata. Specsavers mengatakan jika tangan Anda terkontaminasi virus corona lalu digunakan untuk menyentuh mata. Maka seseorang bisa terinfeksi virus corona melalui proses ini.

"Ini terjadi karena virus corona menempel pada reseptor ACE-2 di sel konjungtiva, reseptor serupa yang ditemukan dalam saluran pernapasan paru-paru," jelas Specsavers.

Reseptor permukaan sel ini bertindak sebagai pintu gerbang ke dalam sel itu sendiri yang mengarah pada virus memasuki tubuh.

Virus corona yang menyebabkan Covid-19 ini tergolong sangat menular dengan gejala ringan atau berat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala umum virus corona antara demam, batuk kering, kelelahan, sakit dan nyeri, sakit kepala, sakit tenggorokan, diare, dan hidung tersumbat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI: Pemerintah Sudah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin Covid-19

PSI: Pemerintah Sudah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin Covid-19

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:02 WIB

Ilmuwan Sebut Risiko Penularan Covid-19 di Pesawat Sangat Rendah?

Ilmuwan Sebut Risiko Penularan Covid-19 di Pesawat Sangat Rendah?

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB

Pandemi Covid-19 Jadi Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Indonesia Modern

Pandemi Covid-19 Jadi Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Indonesia Modern

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB