Jangan Asal, Ini Tips Membedong Bayi yang Aman

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:13 WIB
Jangan Asal, Ini Tips Membedong Bayi yang Aman
Ilustrasi membedong bayi. (Elements Envato)

Suara.com - Membedong bayi, terutama bayi baru lahir, meski menjadi kontroversi, namun seperti sudah menjadi tradisi atau kebiasaan keluarga Indonesia. Diyakini, membedong bayi bisa menghangatkan dan membentuk tubuh bayi menjadi lurus.

Membedong bayi sebenarnya boleh dilakukan, tetapi tentunya harus sesuai dengan tujuan awal, yaitu membuat bayi merasa aman dan nyaman. Artinya, jangan membedong bayi terlalu ketat.

Lalu, bagaimana cara membedong bayi yang aman? Yuk, simak informasi yang dibagikan The Asian Parent berikut ini.

Boleh atau Tidak Membedong Bayi Menurut Para Ahli?
Kegiatan membedong bayi masih menjadi perdebatan di antara banyak pihak. Ada yang mengatakan bahwa membedong merupakan tindakan yang berbahaya karena bisa mengganggu pernapasan bayi. Selain itu, membedong bayi membuat bayi jadi terbatas pergerakannya.

Namun, untuk pihak yang pro dengan kegiatan membedong, mengatakan alasan yang jelas tentang manfaatnya untuk menghangatkan tubuh bayi.

Mengenai kontroversi ini, AAP atau American Academy of Pediatrics menulis bahwa kegiatan membedong bayi boleh dilakukan asal dengan cara yang benar dan aman.

Menurut AAP, membedong bayi memang benar membawa manfaat baik, seperti membantu bayi untuk bisa tidur lebih nyaman dan nyenyak.

Selain itu, manfaat membedong bayi adalah menciptakan suasana yang nyaman seperti di dalam rahim dan mengurangi gerakan reflek yang mengejutkan.

Sebagian orang juga percaya bahwa membedong bayi juga bisa membantu membentuk kaki bayi menjadi lurus, walaupun hal ini belum terbukti secara ilmiah.

Meskipun memiliki banyak manfaat, membedong dengan cara yang kurang tepat juga bisa membawa dampak buruk yang berbahaya bagi bayi.

Berikut ini adalah beberapa risiko jika bedong tidak dipasangkan dengan benar.

1. Kain Bedong yang Dipakaikan Terlalu Longgar
Kain bedong yang terlalu longgar menjadi mudah lepas sehingga bisa menutup wajah bayi. Hal ini tentu berbahaya karena berpotensi menutup saluran pernapasan dan membuat si kecil jadi kesulitan bernapas.

2. Kain Bedong yang Dipasang Terlalu Ketat
Kain bedong dipasang terlalu ketat memiliki sejumlah risiko, seperti mempengaruhi pinggul, sendi, dan tulang rawan bayi. Hal ini juga berpotensi meningkatkan risiko hip dysplasia. Kondisi hip dysplasia adalah bentuk persendian pinggul yang tidak normal.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui cara membedong bayi dengan benar dan aman.

Tips Membedong Bayi dengan Aman
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus Anda ketahui mengenai cara membedong bayi dengan aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Jambu Biji untuk Perkembangan Bayi

5 Manfaat Jambu Biji untuk Perkembangan Bayi

Video | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19:00 WIB

Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus, Mitos atau Fakta?

Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 17 Juli 2019 | 09:00 WIB

Studi: Membedong Bayi Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

Studi: Membedong Bayi Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

Health | Rabu, 11 Mei 2016 | 18:31 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB