alexametrics

Peneliti Temukan Depresi Pascapersalinan Bisa Bertahan Selama 3 Tahun

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Peneliti Temukan Depresi Pascapersalinan Bisa Bertahan Selama 3 Tahun
Ibu hamil (Unsplash)

Penelitian menemukan depresi pascapersalinan bisa bertahan selama 3 tahun setelah ibu melahirkan.

Suara.com - Beberapa ibu baru bisa mengalami depresi pascapersalinan yang berupa kesedihan, keputusasaan dan kecemasan intens. Kondisi ini bisa berlangsung selama 3 tahun setelah melahirkan.

National Institute of Health (NIH) mengatakan depresi pascapersalinan bisa bertahan setelah jadwal yang disarankan untuk skrining. Temuan ini mengutip pedoman American Academy of Pediatrics, yang mana dokter menyaring wanita depresi pascapartum beberapa kali hingga 6 bulan setelah melahirkan.

"Studi kami menunjukkan bahwa 6 bulan penelitian mungkin tidak cukup lama untuk mengukur gejala depresi," kata Diane Putnick, penulis utama dan staf ilmuwan di Cabang Epidemiologi NICHD dikutip dari Fox News.

Menurutnya, data jangka panjang ini adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan mental ibu. Karena, mereka memahami mental ibu yang baik sangat penting untuk kesejahteraan dan perkembangan anak.

Baca Juga: Ilmuwan MIT Rancang Masker Jaring Tembaga yang Bisa Bunuh Virus Corona

NIH telah memeriksa data pada 5.000 wanita dari studi Upstate KIDS di New York. Mereka pun menemukan bahwa sekitar 1 dari 4 ibu mengalami depresi tingkat tinggi selama 3 tahun setelah melahirkan.

Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Wanita lain melaporkan tingkat depresi yang rendah selama 3 tahun. Para wanita itu pun dinilai melalui kuesioner dan tidak didiagnosis secara klinis sebagai bagian dari penelitian.

Selain itu, wanita dengan gangguan mood atau diabetes gestasional (diabetes yang berkembang selama kehamilan) berisiko lebih tinggi mengalami peningkatkan gejala depresi terus-menerus.

Tapi, Putnick sebagai penulis studi menyerukan penelitian yang melibatkan sampel lebih beragam. Karena, peserta yang terlibat dalam penelitian ini sebagian besar adalah wanita kulit putih non-Hispanik.

Sementara itu, informasi dari CDC menyebutkan depresi pascapartum bisa terjadi hingga 1 tahun setelah lahir. CDC juga memeringatkan bahwa depresi pascapersalinan yang tak diobati bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu dan menimbulkan masalah perilaku, tidur hingga pola makan bayi.

Baca Juga: Georgia: Gangguan Kognitif Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona Parah

Komentar