alexametrics

9 Tanda Anda Pintar, Kelelahan Sebabkan Jumlah Spesimen Covid-19 Berkurang?

Risna Halidi
9 Tanda Anda Pintar, Kelelahan Sebabkan Jumlah Spesimen Covid-19 Berkurang?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Simak lima berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Sabtu (31/10).

Suara.com - Anda memiliki riwayat nilai pelajaran yang biasa-biasa saja? Jangan berkecil hati dulu, bisa jadi Anda lebih pintar dari yang Anda kira. Dilansir dari Insider, berikut sembilan tanda bahwa Anda lebih pintar dari yang Anda kira, didukung oleh sains!

Kata Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes, menyinggung mengenai faktor penyebab menurunnya pemeriksaan spesimen, yaitu terkurasnya fisik petugas laboratorium yang bekerja memeriksaan ratusan spesimen setiap sehari. Bagaimana kelanjutannya?

1. 9 Tanda Bahwa Anda Lebih Pintar dari yang Anda Kira

Ilustrasi kecerdasan, IQ, pintar. (Shutterstock)
Ilustrasi kecerdasan, IQ, pintar. (Shutterstock)

Biasanya untuk melihat apakah seseorang itu pintar atau jenius, akan diukur dengan tes IQ. Semakin tinggi nilainya, maka dianggap semakin pintar.

Baca Juga: Menkes Terawan Dikabarkan Positif Covid-19, Ini Penjelasan Humas

Namun demikian, ada kemungkinan seberapa pintar Anda berpikir dan seberapa pintar Anda sebenarnya mungkin tidak sama persis, dan itu tidak bisa hanya didasarkan dari skor IQ.

Baca selengkapnya

2. Kemenkes Sebut Kelelahan Jadi Faktor Jumlah Spesimen yang Rendah

Petugas medis melepas baju hazmat sebelum membersihkan diri (dekontaminasi) usia bertugas menangani pasien COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas medis melepas baju hazmat sebelum membersihkan diri (dekontaminasi) usia bertugas menangani pasien COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Per hari Jumat (20/10) kemarin, sebanyak 2.897 orang di Indonesia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Jumlah temuan kasus baru tersebut lebih sedikit dibanding temuan rerata harian yang bisa mencapai 3000 hingga 4000 kasus per hari.

Kata Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena angka pemeriksaan spesimen yang berkurang drastis.

Baca Juga: Akhir Pekan, Hotel di Sejumlah Pantai Pandeglang Penuh Diserbu Wisatawan

Baca selengkapnya

3. Jaga Asupan Vitamin D selama Musim Hujan, Konsumsi 3 Makanan Ini!

Vitamin D (Pixabay/stevepb)
Vitamin D (Pixabay/stevepb)

Asupan vitamin D yang cukup sangat diperlukan selama pandemi virus corona Covid-19. Seseorang bisa mendapatkan nutrisi ini dari paparan alami sinar matahari.

Namun pada musim hujan sekarang ini, paparan sinar matahari menjadi lebih jarang sehingga seseorang mungkin tidak cukup mendapat asupan vitamin D alami. Meski demikian, semua orang bisa memikirkan cara terbaik untuk mendapakan lebih banyak vitamin D melalui cara lain.

Baca selengkapnya

4. Penularan Covid-19 Bisa Diputus Tanpa Harus Menunggu Vaksin?

Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Kekebalan kelompok menjadi salah satu metode yang dipercaya bisa memutus rantai penularan virus corona Covid-19.

Dengan kekebalan kelompok, maka penularan infeksi akan terjadi makin luas sehingga warga diharapkan memiliki kekebalan akan virus tersebut. 

Baca selengkapnya

5. CDC Tambahkan 6 Gejala Baru Virus Corona Covid-19, Ini Daftarnya!

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Demam tinggi dan batuk persisten adalah dua gejala virus corona Covid-19 paling umum. Beberapa bulan lalu, hilangnya indra penciuman dan perasa pun dimasukkan dalam daftar gejala virus corona.

Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sebagai badan kesehatan Amerika Serikat tertinggi telah memasukkan 6 gejala baru virus corona Covid-19.

Baca selengkapnya

Komentar