alexametrics

Liburan & Demo, Pakar Prediksi Desember Kasus Covid-19 Bisa Tembus 500 Ribu

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Liburan & Demo, Pakar Prediksi Desember Kasus Covid-19 Bisa Tembus 500 Ribu
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Kasus Covid-19 bisa melonjak setiap kali ada kerumunan, terutama kerumunan di tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik.

Suara.com - Pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam Sp. PD., memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia bisa tembus hingga 500 ribu pada Desember mendatang. 

Ia memperkirakan, lonjakan infeksi bisa terjadi lantaran dampak dari liburan panjang pekan ini, dan aksi demonstrasi beberapa hari terakhir. 

"Saya prediksi Desember tembus 500 ribu. Dampak liburan, demo juga ada kemungkinan meningkat. Walaupun ada kecenderungan melandai," kata Prof Ari saat dihubungi Suara.com, Sabtu (31/10/2020).

Ia menjelaskan, saat ini laju peningkatan kasus baru relatif stabil di angka 4 ribu per hari, meskipun aktivitas masyarakat di area publik cukup tinggi. 

Baca Juga: Bahas Pandemi Multi Perspektif, GenBI Unhas Adakan Webinar

Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mengunjungi Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mengunjungi Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Feri Purnama)

"Mungkin karena protokol kesehatan juga sudah lebih bagus. Artinya aktivitas cukup tinggi tapi protokol bagus, kita kunci sekarang," katanya.

Hanya saja, ia tidak menampik bahwa kasus bisa melonjak setiap kali ada kerumunan. Terutama kerumunan di tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik.

"Yang masalah itu tempat makan ini (ruangan tertutup). Klaster keluarga cukup tinggi. Sebenarnya kalau makan yang outdoor relatif lebih aman. Karena sirkulasi udara terjadi," katanya.

Penambahan kasus harian rata-rata 4 ribu per hari, dinilai Prof Ari masih tinggi. Sehingga belum bisa dikatakan Covid-19 di Indonesia telah teratasi. Pandemi baru bisa disebut berhasil ditangani jika penambahan infeksi harian menurun.

"Ini kita masih tinggi, 4 ribuan. Baru mau tahap melandai, belum turun," ujarnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Moderna Siap Meluncur Global

Komentar