Dari Air Mani hingga Larutan Garam, Ini 4 Alergen Teraneh di Dunia!

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Senin, 02 November 2020 | 09:35 WIB
Dari Air Mani hingga Larutan Garam, Ini 4 Alergen Teraneh di Dunia!
Ilustrasi air mani. (Shutterstock)

Suara.com - Alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh mengira alergen sebagai unsur asing berbahaya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, 8 jenis makanan dapat menyebabkan lebih dari 90 persen reaksi alergi. Seperti susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, ikan, kerang, kedelai, dan gandum.

Selain makanan, ada banyak alergen yang tidak biasa. Dilansir Live Science, berikut empat alergen paling aneh di dunia.

1. Air mani

Tidak hanya wanita, ada juga laki-laki yang alergi terhadap air mani mereka sendiri.

Peneliti Belanda melaporkan dua kasis sindrom penyakit postorgasmic dalam Journal of Sexual Medicine edisi Januari.

Sperma (Freepik)
Ilustrasi air mani (Freepik)

Dalam kedua kasus tersebut, mereka mengalami gejala alergi di sekitar mata dan hidung, serta mengalami penyakit seperti flu sementara dalam hitungan detik, menit atau jam setelah berhubungan seks, masturbasi atau ejakulasi.

Alergi mereka diobati dengan terapi hiposensitisasi, pengobatan dengan menyuntikkan sejumlah kecil alergennya.

Pada kasus ini, sang pria disuntik air maninya sendiri dari waktu ke waktu dengan dosis yang meningkat secara bertahap.

Peneliti mengatakan alergi kedua pria mengalami perbaikan setelah tiga tahun pengobatan.

2. Hormon wanita

Sejumlah wanita menderita kondisi Autoimmune progesterone dermatitis (APD), kelainan kulit yang diperburuk oleh hipersensivitas progesteron selama fase luteal dari siklus menstruasi, yang terjadi setelah ovulasi.

APD biasanya terjadi selama kehidupan dewasa dan jarang saat kehamilan atau periode pascamenopause.

Kasus tipikal dilaporkan dalam European Journal of Dermatology pada 2002.

Seorang wanita berusia 27 tahun dirawat di klinik karena gatal di wajah, selalu dimulai sekitar tiga hari sebelum menstruasi dan menghilang dalam tujuh hari. Lesi kulitnya akan hilang dengan sendirinya tanpa tanda sisa sampai siklus berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alergi Dingin, Pria Ini Nyaris Meninggal Akibat Alami Gejala Serius!

Alergi Dingin, Pria Ini Nyaris Meninggal Akibat Alami Gejala Serius!

Health | Senin, 02 November 2020 | 08:43 WIB

Meski Jarang Terjadi, Alergi Telur juga Berisiko Alami Alergi Vaksin

Meski Jarang Terjadi, Alergi Telur juga Berisiko Alami Alergi Vaksin

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 19:39 WIB

Gatal Karena Alergi, Digaruk Malah Semakin Gatal?

Gatal Karena Alergi, Digaruk Malah Semakin Gatal?

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 09:47 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB