Virus Corona Menginfeksi Sel di Mulut, Alasan Gejala Hilangnya Bau & Rasa?

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 09:09 WIB
Virus Corona Menginfeksi Sel di Mulut, Alasan Gejala Hilangnya Bau & Rasa?
Ilustrasi tes air liur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Salah satu gejala dari infeksi virus corona adalah hilangnya kemampuan indra perasa dan bau. Umumnya ini dibarengi dengan batuk atau tenggorokan sakit.

Sebuah studi pendahuluan yang terbit 27 Oktober lalu ke database pracetak medRxiv menunjukkan bahwa Covid-19 juga menginfeksi mulut. Ini berpotensi memacu penyebaran virus, baik di dalam tubuh maupun ke orang lain.

Peneliti menemukan sel-sel dari kelenjar ludah, lidah, dan amandel, membawa paling banyak RNA, terkait dengan protein yang dibutuhkan virus corona untuk menginfeksi sel.

Ini termasuk reseptor ACE2 serta enzim TMPRSS, memungkinkan virus untuk menggabungkan membrannya dengan membran sel inang dan menyelinap ke dalam.

Para peneliti kemudian mengambil sampel air liur dari pasien Covid-19 dan menemukan, karena sel-sel mulut mengelupas ke dalam ludah, peneliti dapat mendeteksi sel mana yang terinfeksi virus dan tetap berada di sampel (air liur).

Tes Air Liur atau Ludah. (Shutterstock)
Tes Air Liur atau Ludah. (Shutterstock)

Semakin banyak virus yang ditemukan, semakin besar kemungkinan pasien mengalami gejala hilangnya bau dan rasa, meski air liur dari beberapa orang tanpa gejala juga mengandung sel yang terinfeksi.

Selain itu, tim memeriksa jaringan mulut dari pasien Covid-19 yang telah meninggal, dan mereka menemukan lebih banyak bukti infeksi.

"Studi kami menunjukkan mulut adalah rute infeksi serta inkubator untuk SARS-CoV-2," jelas Dr Kevin Byrd, manajer Oral and Craniofacial Research di American Dental Association Science and Research Institute, lapor Live Science.

Secara teoritis, infeksi SARS-CoV-2 di mulut dapat menyebabkan perubahan produksi atau kualitas air liur, faktor pendukung gejala hilangnya rasa, kata peneliti.

Penelitian selanjutnya dapat mengungkap bagaimana infeksi mulut ini memengaruhi perjalanan penyakit pada pasien Covid-19, serta bagaimana sel-sel yang terinfeksi berkontribusi pada penyebaran virus corona di masyarakat.

Walau penelitian ini membuat kasus yang meyakinkan bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi sel di mulut, beberapa pertanyaan tetap tidak terjawab, salah satunya seberapa banyak virus yang ditemukan di dalam air liur dari sel mulut yang terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit!

Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit!

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 08:31 WIB

Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur

Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:19 WIB

Isi Air Liur, Lansia Curi Sekotak Sampel Covid-19 untuk Dijadikan Payung

Isi Air Liur, Lansia Curi Sekotak Sampel Covid-19 untuk Dijadikan Payung

News | Jum'at, 04 September 2020 | 19:53 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB