Peneliti Inggris Temukan Penyebab Orang Mengalami Long Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 04 November 2020 | 10:19 WIB
Peneliti Inggris Temukan Penyebab Orang Mengalami Long Covid-19
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Penelitian di Inggris menemukan penyebab kerusakan paru-paru orang yang meninggal karena Covid-19 yang terjadi terus-menerus dalam banyak kasus. Penelitian itu membantu para dokter memahami apa yang ada di balik sindrom long Covid, di mana pasien mengalami gejala berkelanjutan.

Para ilmuwan yang memimpin penelitian juga menemukan beberapa karakteristik unik SARS CoV-2, virus penyebab Covid-19, yang mungkin menjelaskan mengapa sindrom long Covid dapat menyebabkan kerusakan seperti itu.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa Covid-19 bukan hanya penyakit yang disebabkan oleh kematian sel yang terinfeksi virus, tetapi kemungkinan merupakan akibat dari sel-sel abnormal yang bertahan lama di dalam paru-paru," kata Mauro Giacca, seorang profesor di King's College London yang ikut memimpin penelitian.

Tim peneliti menganalisis sampel jaringan dari paru-paru, jantung, hati, dan ginjal dari 41 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Trieste Italia antara Februari dan April 2020.

Giacca mengatakan bahwa sementara tim penelitiannya tidak menemukan tanda-tanda infeksi virus atau peradangan berkepanjangan pada organ lain. Peneliti justru menemukan kerusakan yang sangat besar pada struktur paru-paru dengan jaringan sehat yang hampir seluruhnya digantikan bekas luka jaringan.

"Bisa dibayangkan dengan sangat baik bahwa salah satu alasan mengapa ada kasus Covid yang berkepanjangan adalah karena kerusakan parah pada paru-paru (jaringan)," katanya kepada Reuters dikutip dari Channel News Asia.

"Bahkan jika seseorang sembuh dari Covid, kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat besar," tambahnya.

Bukti yang berkembang dari seluruh dunia menunjukkan bahwa sebagian kecil orang yang pernah menderita Covid-19 dan pulih dari infeksi awal dapat mengalami berbagai gejala yang sedang berlangsung termasuk kelelahan, kabut otak, dan sesak napas. Kondisi tersebut sering disebut dengan sindrom long Covid.

Giacca menambahkan, hampir 90 persen dari 41 pasien memiliki beberapa karakteristik unik untuk Covid-19 dibandingkan dengan bentuk pneumonia lainnya. Salah satunya adalah bahwa pasien mengalami pembekuan darah yang ekstensif di arteri dan vena paru-paru. Yang lainnya adalah bahwa beberapa sel paru-paru berukuran besar secara tidak normal dan memiliki banyak cabang, hasil fusi sel-sel yang berbeda menjadi sel-sel tunggal yang besar dalam proses yang dikenal sebagai sinkitia. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet eBioMedicine itu juga menemukan virus itu sendiri masih ada di banyak jenis sel.

“Kehadiran sel-sel yang terinfeksi ini dapat menyebabkan perubahan struktural utama yang diamati di paru-paru dan dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan akhirnya dapat menjelaskan 'long Covid',” jelas Giacca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Meroket, Sutarmidji: Jangan Sampai Ada Zona Merah Covid-19

Kasus Meroket, Sutarmidji: Jangan Sampai Ada Zona Merah Covid-19

Kalbar | Rabu, 04 November 2020 | 09:31 WIB

Update Covid-19 Global: Setiap 30 Detik Ada Satu Warga Paris Terinfeksi

Update Covid-19 Global: Setiap 30 Detik Ada Satu Warga Paris Terinfeksi

Health | Rabu, 04 November 2020 | 09:14 WIB

Virus Corona Menginfeksi Sel di Mulut, Alasan Gejala Hilangnya Bau & Rasa?

Virus Corona Menginfeksi Sel di Mulut, Alasan Gejala Hilangnya Bau & Rasa?

Health | Rabu, 04 November 2020 | 09:09 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB